Yuk Nikmati Kuliner ‘Cilok Pelangi’ di Banyuwangi, Bikin Ngiler Lho!

105
Warna-warni Kuliner 'Cilok Pelangi' di warungnya Bangorejo, Banyuwangi. (FOTO:Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Berbicara tentang pelangi tentunya sudah biasa mengarah pada fenomena alam setelah hujan turun. Warna-warni tampak cantik dilangit itu adanya pembiasan cahaya matahari itu yang membuat semua orang takjub.

Ya, berbeda dengan pelangi fenomena alam. Kali ini, warga di Banyuwangi, Jawa Timur membuat inovasi kuliner ‘Cilok Pelangi’.

Romi Syahroni, pemilik kuliner ‘Cilok Pelangi’ menyampaikan, cilok tersebut merupakan inovasi baru yang berbahan dasar cilok dengan campuran sayur dan buah.

Inovisi ini, kata Romi, dilakukan karena sejauh ini belum ada sajian cilok pelangi yang ada di Banyuwangi. Disitu dirinya mencoba mencampur buah dan sayur sebagai pewarna jajanan semua usia ini.

Baca Juga  Warga Minta IMB dan Izin Usaha Bangunan Belakang Vionata Genteng Dicabut

“Saya mencampur buah naga untuk warna merah, hijau memakai sayur dan kuning menggunakan wortel,” kata Romi Syahroni di warungnya yang ada di timur SPBU Pedotan, Kecamatan Bangorejo, Banyuwangi, Senin (15/6/2020).

Loading...
Stand Warung Bos Degan dan Cilok Ba milik Romi Syahroni

Selain menarik dan membuat ngiler, jajanan sehat ini sangat di minati oleh para penggemar cilok yang sebagian besar kaum milenial. Apalagi, memasuki musim dingin, paling enak nyamil makanan yang hangat hangat, seperti cilok.

“Alhamdulilah disini banyak yang tertarik dengan cilok pelangi. Bahkan sempat beberapa kali kehabisan, soalnya pembuatannya masih manual pakek tangan cetaknya, beda dengan yang original produksinya semuanya memakai mesin,” ucap pemilik brand Cilok Ba ini.

Meski kekinan, pria 29 tahun ini jiwa wirausahanya juga tak kalah kreatif dengan lainnya disaat pandemi corona atau covid-19 seperti saat ini. Dia cukup membandrol harga yang tidak mahal untuk ciloknya. Cukup dengan Rp. 5.000 untuk seporsi cilok pelangi.

Baca Juga  Pria Bojonegoro, Istri Hamil 8 Bulan Malah Ditinggal

Kepuasan saat menikmati cilok juga diutarakan Narendra (19). Pemuda asal Jajag ini sangat puas dengan jajanan kuno yang masih eksis ini. Selain daging ayamnya terasa, kekenyalan pentol dan kuahnya pas.

“Awalnya penasaran kok rame di Medsos. Sepertinya enak, emmmm ternyata enak beneran,” katanya sambil menyantap hidangan cilok warna warni. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan