Wow! Disbudpar Surabaya Berikan Rekomendasi 108 Tempat Hiburan Surabaya Bebas Operasional, Ini Syaratnya

147
ilustrasi Club malam

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Pelaku usaha tempat Rekreasi Hiburan Umum (RHU) di saat pandemi Covid-19 mengalami situasi yang serba salah atau seperti memakan buah simalakama. Bila nekat melakukan Operasional maka tergolong kategori yang tidak taat protokol kesehatan, namun bila non Operasional maka kerugian ekonomi yang dialami.

Dimana selama Pandemi Covid-19 para masyarakat wajib melaksanakan protokol kesehatan di saat penerapan PSBB maupun New normal.

Protokol kesehatan berisikan tentang gunakan masker dimana pun berada atau saat keluar rumah, terapkan hidup bersih dengan sering cuci tangan dan pergunakan hand sanitezer, jaga jarak minimal 1,5 meter serta menjaga imun tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan bervitamin

Namun hal tersebut sulit untuk diterapkan ditempat hiburan umum atau malam, Mengapa? Dimana tempat yang syarat dengan komunikasi bebas serta konsumsi alkohol, sehingga tidak layak untuk bisa menjalankan protokol kesehatan.

RHU yang terdiri dari jenis PUB dan Cafe, Cafe Resto dewasa, SPA atau panti pijat serta Discotik yang berada di kota besar Surabaya telah menghentikan Operasionalnya sejak Februari 2020 awal adanya pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dan selama tiga bulan non Oprasional akhirnya pada tanggal 25 Juni 2020 hampir 85% tempat RHU atau berjumlah 108 tempat di rekomendasikan oleh Disbudpar Kota Surabaya bisa beroperasional lagi.

Baca Juga  Bank BRI Diduga Tilap Uang E-Warung Rp 140 Juta

Rekomendasi RHU sesuai protokol Kesehatan yang dikeluarkan oleh Disbudpar kota Surabaya merupakan hasil survei yang dilakukan kepada tempat tempat RHU.

Secara prosedural para pelaku pengusaha RHU bisa mendapatkan Rekomendasi bilamana telah mengajukan beberapa profil kegiatan protokol kesehatan yang ada di tempat usahanya.

Secara rinci kegiatan yang harus dilakukan adalah menyediakan air mengalir untuk cuci tangan sebelum pintu masuk, mengukur suhu tubuh para pengunjung, menyediakan handsanitezer.

Loading...

Namun bila di cermati tentang aktifitas cafe resto dewasa, PUB dan BAR serta Discotik, dimana jenis tempat tersebut syarat dengan perkumpulan masa atau pengunjung. Sehingga akan kesulitan selama melaksanakan protokol kesehatan dengan cara jaga jarak.

Selain itu minuman beralkohol yang erat mendampingi nuansa dunia malam Cafe dewasa dan Diskotik, juga tidak bisa dikatakan menjaga imun tubuh agar stabil.

Dengan rekomendasi yang dikeluarkan oleh Disbudpar kota Surabaya kepada 108 tempat RHU, Maulisa Nusiara selaku Kasi RHU Disbudpar kota Surabaya, pihaknya lebih memilih untuk tidak memberikan keterangan resmi terkait fungsi dan guna rekomendasi yang dikeluarkan.

Baca Juga  Fakta Delapan Remaja Perkosa Janda Muda

Vania selaku Kasi Jasa Sarana Industri Disbudpar Surabaya mengatakan bahwa rekomendasi protokol Kesehatan kepada usaha RHU telah di musyawarahkan dengan pihak Sat Pol PP Surabaya, Polrestabes Surabaya dan asosiasi yang di tunjuk.

“Kami telah memberikan informasi kepada asosiasi RHU tentang program rekomendasi di masa New normal,” ujarnya Rabu, (1/7/2020).

Tindakan pengadaan Rekomendasi protokol Kesehatan yang dicanangkan oleh Disbudpar kota Surabaya, ternyata sempat di kritik oleh beberapa pelaku pengusaha RHU khususnya kelas menengah kebawah.

Banyaknya tempat usaha RHU yang telah mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata belum menerima informasi terkait pengadaan tersebut.

Salah satu contohnya RHU jenis usaha Kesehatan dan kecantikan yang berada di Jl Raya Ngagel milik ibu DW. Pihaknya belum menerima pemberitahuan untuk pengajuan rekomendasi protokol kesehatan. Padahal menurutnya bila ada anjuran atau informasi tentang Oprasional RHU pihak Disbudpar Surabaya akan memberikan informasi secara tertulis kepada tiap usaha yang sudah mengantongi izin TDUP.

“Biasanya Dinas Pariwisata akan memberikan informasi terkait peraturan baru maupun anjuran anjuran tentang Operasional, namun kali ini kok banyak yang tidak di infokan tentang rekomendasi tersebut,” katanya. (*)

Reporter : Rusmiyanto

Loading...

Tinggalkan Balasan