Wow! Ada Potensi Kopi Baru di Lereng Gunung Raung

74
Istimewa

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Ada lagi yang baru di Banyuwangi, Jawa Timur. Para Pemuda Kecamatan Songgon menggelar Songgon Coffe Camp. Disitu, mereka berinisiatif mengenalkan potensi pertanian khususnya kopi khas lereng Gunung Raung.

Beberapa stand kopi dai UMKM menyuguhkan kopi asli Songgon. Satu per satu penikmat kopi pun mencicipi kopi robusta dan arabica suguhan barista yang ada di Grand Gumuk Candi (GGC), Minggu (23/8/2020).

Tak hanya itu, dalam kegiatan ini juga digelar berbagai pengenalan kopi dan atraksi prosesing kopi. Hadir dalam acara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin yang membuka acara yang digelar selama 2 hari ini.

“Kegiatan ini kita gelar untuk mengenakan potensi kopi yang ada di lereng Gunung Raung, yakni di Kecamatan Songgon,” kata Dani Wahyudi, inisiator kegiatan Songgon Coffe Camp kepada wartawan.

Diakui Dani, kopi Songgon masih belum bisa bersaing dengan kopi di wilayah lain di Banyuwangi, seperti Kalipuro dan Kalibaru. Padahal, pekebun kopi Songgon memberikan kontribusi kopi yang tak kalah saing.

Baca Juga  Kerja Nyata, Erick Thohir Disebut Cawapres Paling Progresif untuk Pilpres 2024

“Untuk cita rasa tidak kalah dengan kopi-kopi di daerah lain. Tentu acara ini untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, apalagi di tengah pandemi COVID-19,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin mengapresiasi ajang Songgon Coffe Camp tersebut. Ajang ini merupakan sebuah ide brilian untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lereng Gunung Raung.

Loading...

“Yang menarik disini ada barista-barista luar daerah yang akan menguji dan memberikan testimoni sejauh mana citra rasa kopi Songgon dan sekitarnya. Saya rasakan juga tak kalah dengan yang dijual di kafe besar di Jakarta dan Surabaya,” paparnya.

Kapolresta juga mengapresiasi kegiatan ini dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat ini sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo Nomor 6 tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan dalam Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.

Baca Juga  Kejari Sumenep Tetapkan Dua Tersangka Pengadaan Kapal Tanpa Tender Senilai Rp 8 Miliar

“Dengan Inpres ini, masyarakat bisa tetap menjalankan roda perekonomian namun tetap menjalankan protokol kesehatan. Korelasinya Inpres dikeluarkan pemerintah dalam kondisi untuk menghidupkan kembali roda perekonomian,” paparnya.

“Selaku pembina UMKM Tangguh di Polresta Banyuwangi, Ayo kita tetap optimis. Kegiatan saudara-saudara ini akan mengispirasi semua orang untuk kembali mengerakan pemulihan ekonomi. Salam UMKM Tangguh Untuk Indonesia Maju  Banyuwangi maju,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua HKTI Banyuwangi Sonny Agus Setiawan mengatakan, kegiatan ini sangat positif untuk mengangkat nama Kecamatan Songgon sebagai salah satu sentra kopi di Banyuwangi.

“Tahun ini pemerintah telah mengucurkan Dana KUR sebesar 5 triliun untuk para petani. HKTI akan mendampingi petani untuk mendapatkannya. Diharapkan ini bisa mensejahtetakan petani dan UMKM kopi di wilayah ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

 

Loading...
Artikulli paraprakCegah Virus Corona, Lapas Surabaya Gandeng Komunitas IMM Jatim
Artikulli tjetërAnggota Komisi III Minta Bareskrim Periksa 2 Perantara Pemberi Uang dari Djoko Tjandra ke Jaksa Pinangki

Tinggalkan Balasan