Wihadi Wiyanto Minta Kejagung Transparan Soal Keterlibatan Jaksa Lain dalam Kasus Djoko Tjandra

322
DPR RI
Wihadi Wiyanto, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra.

JAKARTA (Kabarjawatimur.com)
Kendati Kejaksaan Agung (Kejagung) RI telah menetapkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari (PSM) sebagai tersangka kasus Djoko Tjandra, rupanya tak membuat anggota Komisi III DPR RI Wihadi Wiyanto merasa puas.

Politisi Partai Gerindra ini meminta Kejagung juga harus bersikap transparan di hadapan publik untuk membeberkan fakta sejauh mana keterlibatan PSM dalam persoalan Djoko Tjandra. Apakah dilakukan sendiri, ataukah ada keterlibatan oknum jaksa lainnya dalam kasus ini yang turut menikmati aliran dana tersebut.

Ia menduga Jaksa Pinangki bukan satu-satunya oknum yang diduga merasakan uang suap senilai 500 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 7 miliar dari Djoko Tjandra.

“Kalau memang Jaksa Pinangki benar menerima suap senilai 500 ribu dolar AS, dia tidak berdiri sendiri. Aliran dana 500 ribu dolar AS itu pasti mengalir ke beberapa pihak atau oknum kejaksaan yang membantu kasus Djoko Tjandra,” tegas Wihadi saat dihubungi, Jumat (14/8/2020).

Baca Juga  Forkopimda Ikuti Apel Tim Pasukan Pamor Keris Bojonegoro
Loading...

Untuk itu, Wihadi mendorong Kejagung tidak menghentikan penyelidikan kasus suap Djoko Tjandra di satu oknum. Penelusuran keterangan Jaksa Pinangki dapat digunakan untuk menelusuri keterlibatan oknum lain, sekaligus membersihkan institusi kejaksaan.

“Bisa itu, Kejari Jakarta Selatan dan beberapa jaksa yang menangani kasus Djoko Tjandra perlu diperiksa. Apakah mereka mendapatkan aliran atau tidak dari Jaksa Pinangki?,” sambung politisi Dapil IX Bojonegoro-Tuban ini.

“Bongkar itu keterlibatan oknum-oknum lain yang di lingkungan pegawainya. Jaksa Pinangki sebagai pemain utamanya di Kejaksaan, bisa menyelesaikan kasus ini di Kejaksaan,” tandasnya.

Senada, anggota Komisi III DPR Habiburokhman menegaskan, seluruh oknum yang diduga menikmati gratifikasi Djoko Tjandra ditangkap.

Baca Juga  Jalin Sinergitas dengan Ulama-Umaro, Kapolres Magetan Ajak Jaga Kamtibmas

“Semua yang terlibat kasus ini harus bisa ditangkap. Ibarat membersihkan ruangan, diperlukan sapu yang bersih. Penegakan hukum juga harus dengan aparat yang bersih,” pungkasnya. (*)

Reporter: Boy
Editor: Rizky Rahim

Loading...
Berita sebelumyaKakanim Jakarta Utara: Keberadaan Orang Asing Tidak Hanya Terbatas pada Masalah Keimigrasian
Berita berikutnya‘Hilang Kontak’, Nahkoda Kapal Tug Boat Immanuel 3 Warga asal Banyuwangi

Tinggalkan Balasan