Wihadi Wiyanto: Kejagung Jangan Mengaburkan Permasalahan dengan Tambahan Pasal bagi Jaksa Pinangki

78
Kejaksaan Agung RI
Wihadi Wiyanto, anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra.

JAKARTA (Kabarjawatimur.com)
Langkah Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengenakan pasal tambahan pemufakatan jahat kepada Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Djoko Tjandra, dinilai sah-sah saja oleh anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto.

Namun, politisi Partai Gerindra ini justru menilai Jaksa Pinangki lebih tepat disangkakan dalam pasal penyuapan, karena Djoko Tjandra telah melakukan tindakan pidana dengan menyuap terhadap aparat negara.

“Boleh-boleh saja Kejagung menetapkan pasal pemufakatan. Saya katakan itu hanya pasal tambahan, bukan pasal utama. Kejagung Jangan mengaburkan permasalahan soal tambahan pasal bagi Jaksa Pinangki. Yang awalnya penyuapan terhadap aparat negara yang dilakukan oleh Djoko Tjandra melalui orang-orangnya itu. Jangan sampai pasal lain,” tegas politisi asal Dapil Jatim IX Bojonegoro-Tuban ini, Sabtu (29/8/2020).

Untuk itu, Wihadi meminta Kejagung tegas dalam menggunakan pasal. Jika pasal yang dipakai adalah pasal pemufakatan jahat, justru akan mengaburkan terhadap kasus penyuapan. Di mana, Djoko Tjandra telah memberikan langsung kepada Jaksa Pinangki, tetapi melalui dua orang terdekat dia melakukan pekerjaan daripada penyuapan itu.

“Jadi, penyuapan ini bisa terjadi semua, ini memang bisa dikatakan korupsi juga karena ada penyuapan, kalau pemufakatan jahat sekali lagi ini hanya menjadi pasal tambahan sehingga ini memperkuat daripada pasal awalnya,” tegas anggota Mahkamah Konstitusi Dewan (MKD) DPR RI ini.

Baca Juga  Bakul Bakwan Punya Kerja Sampingan, Membuatnya Ditangkap Polisi

Sebelumnya, Kejagung mengatakan membuka opsi mengenakan pasal pemufakatan jahat ke jaksa Pinangki. Kejagung mengatakan pasal tersebut juga sudah didiskusikan.

“(Pasal pemufakatan) itu sudah kita diskusikan. Tidak itu sajalah, banyak beberapa yang kita sangkakan pasal yang kita konstruksikan untuk Pinangki,” kata Dirdik Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah di gedung Kejagung.

Loading...

Febrie mengatakan semua keputusan yang ditetapkan harus dilihat berdasarkan fakta. Nantinya, dari fakta-fakta yang sudah terkumpul, dapat disimpulkan pasal mana yang paling sesuai digunakan.

“Tentunya, jaksa harus melihat dari faktanya. Ketika fakta dilihat, perbuatannya dilihat, masuknya ke mana,” ujarnya.

“Sebenarnya nanti, ketika akan masuk ke tahap 1, akan kami putuskan. Ini kan tahap 1 kita harapkan juga tidak lama, secepatnyalah,” lanjutnya.

Seperti diketahui, jaksa Pinangki ditetapkan sebagai tersangka kasus suap Djoko Tjandra. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan selama 20 hari.
Kejagung menyebut jaksa Pinangki berperan dalam pengurusan PK (peninjauan kembali) kasus Djoko Tjandra. Pinangki juga melakukan pertemuan dengan Djoko Tjandra di Malaysia bersama-sama dengan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking.

Baca Juga  Andikpas Jatim Dapat Remisi Hari Anak Nasional 2022

Pertemuan itu diduga untuk keperluan koordinasi dan pengkondisian keberhasilan PK terpidana Djoko Soegiarto Tjandra dengan janji hadiah atau pemberian sebesar USD 500 ribu. Djoko Tjandra juga ditangkap polisi dan kini tengah menjalani penyidikan kasusnya, termasuk soal dugaan suap kepada sejumlah pihak.

Pinangki sebelumnya juga telah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan.
Pinangki di-nonjob-kan lantaran pergi ke luar negeri sebanyak sembilan kali selama 2019 tanpa izin tertulis pimpinan, salah satunya bertemu dengan Djoko Tjandra. Pinangki sejatinya juga akan diperiksa oleh Bareskrim Polri.

Namun, pada pemeriksaan pertama, Pinangki menolak diperiksa. Rencananya, Pinangki akan diperiksa minggu depan. Namun Polri tak menjelaskan lebih lanjut mengenai di mana pemeriksaan akan dilakukan.

“Rencana minggu depan. Tadi saya sudah konfirmasi penyidik Minggu depan akan dipanggil (jaksa Pinangki). Tinggal tunggu nanti hari Kamis atau Rabu, kita lihat,” kata Awi. (*)

Reporter: */Boy
Editor: Rizky Rahim

Loading...
Artikulli paraprakDukung Salah Satu Paslon di Pilbup, Oknum ASN Satpol PP Gresik Disemprit Bawaslu
Artikulli tjetërNyalip dengan Kecepatan Tinggi, Pemotor Honda GL Pro Tewas usai Hantam Suzuki APV

Tinggalkan Balasan