Waspada! Cuaca Ekstrem Diperkirakan Hingga Bulan Februari

29

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com)- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda Surabaya memperkirakan cuaca ekstrem di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur akan berlangsung selama empat bulan yakni sampai bulan Februari 2022.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan Rizal Morris. Menurutnya akibat cuaca buruk di sejumlah titik diperkirakan rawan bencana, seperti banjir, longsor, serta angin puting beliung yang diprediksi terjadi di Kota Salak.

Rizal memaparkan sejumlah titik rawan bencana banjir yakni wilayah Kecamatan Arosbaya, Blega, Sepulu, dan Tanjungbumi. Sedangkan wilayah rawan longsor yakni Kecamatan Galis, Konang, Kokop, dan Geger. Sebab itu BPBD Bangkalan mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem dimasa pancaroba ini.

Baca Juga  Dua Alap Alap Motor Asal Bangkalan Madura Dibekuk Polisi Surabaya

“Kami imbau masyarakat agar selalu waspada menghadapi cuaca ekstrem di masa pancaroba ini. BMKG memperkirakan cuaca seperti ini bertahan hingga bulan Februari 2022,” ungkapnya, Sabtu 5 November 2021.

Loading...

Perlu diketahui beberapa hari terakhir hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Bangkalan. Peristiwa itu menyebabkan pepohonan tumbang, meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun beberapa rumah warga rusak karena tertimpa pohon.

BPBD Bangkalan mencatat sejak awal musim penghujan terdapat 97 pemukiman rusak akibat diterjang angin kencang yang disertai hujan. Kerusakan itu meliputi rumah warga, tempat usaha, serta pondok pesantren.

Peristiwa itu menimpa 8 desa di Kabupaten Bangkalan, yakni Kelurahan Pangeranan 19 unit rumah dan 3 tempat yang rusak sedang, Kelurahan Demangan 30 unit rumah rusak ringan dan sedang. Lalu di Desa Banyubunih 6 rumah rusak ringan, Desa Lantek Timir 1 rumah rusak ringan.

Baca Juga  Pengusaha Rental Wajib Tahu, Dua Pria ini Spesial Gadai Mobil

Kemudian pondok pesantren Al- Ibrohimy dan Miftahul Khoiri alami rusak sedang. Di Desa Pakong 4 unit rumah rusak ringan,
Desa Alaskokon 22 rusak ringan, dan 5 unit rusak sedang. Desa Gunung Sereng 5 unit rumah dan satu pondok pesantren rusak ringan. (*)

Reporter: Rusdi

 

 

Loading...
Berita sebelumyaJaga Kebugaran dan Uji Ketahanan Fisik, 11 Taruna AAL Ikuti Infantery Run 10 K
Berita berikutnyaPolisi Gelar Pasukan, Antisipasi Bencana dan Pengamanan Nataru

Tinggalkan Balasan