Warga Tuntut Bupati Jember Dipecat !

103
Massa yang menuntut Bupati Faida dipecat.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Sejumlah warga Jember yang mengatasnamakan kelompok Aliansi Aktivis Jember berunjuk rasa di depan Gedung DPRD setempat, Senin (25/11/2019) pagi.

Mereka menuntut Bupati Jember Faida untuk dipecat atau dimakzulkan karena dinilai banyak melakukan pelanggaran hukum dan diduga memperkaya diri dari sejumlah korupsi yang dilakukan.

Korlap Aksi Kustiono Musri dalam orasinya menyampaikan, bahwa sejak terpilih pada Pilkada 2015, Faida menyianyiakan amanahnya sebagai seorang kepala daerah, dan rezimnya itu pun dinilai otoriter.

“Dia itu bupati carpak (banyak omong, red), miskin empati, krisis kepercayaan, mengabaikan sistem kenegaraan, dan sangat arogan,” kata Kustiono.

Contoh sikap arogan yang dilakukan Bupati, ditandai dari hasil pemeriksaan khusus yang dilakukan Kemendagri.

Baca Juga  Pasca Pandemi, Projo Ajak Makmurkan Rakyat

“Dari surat bernomor 700/12429/SJ tertanggal 11 November 2019, berkeputusan mencabut 15 surat Keputusan Bupati Jember dan 30 Peraturan Bupati Jember. Artinya, ini adalah sikap tegas negara untuk merespon puncak pelanggaran yang dilakukan Faida,” tegasnya.

Massa menuntut sikap tegas negara, dengan segera memakzulkan Bupati Jember Faida.

Loading...

“Sehingga rezim tidak benar ini, harus dihentikan dan makzulkan bupati. Kami masih Huznudzon (memiliki keyakinan positif) bahwa 50 anggota dewan yang baru ini, berani menegakkan kebenaran, semoga surat kesediaan untuk makzulkan ini disepakati, untuk berikutnya melalui surat ini, aparat penegak hukum dapat menindak tegas dan menggulingkan rezim otoriter ini,” tandasnya.

Dalam aksinya massa juga melakukan teaterikal dengan mengurung salah satu yang berperan sebagai bupati menggunakan kurungan ayam. Kemudian dilanjutkan dengan masuk ke dalam gedung parlemen menemui wakil rakyat.

Baca Juga  Ibu-Ibu Ipuk Lovers Deklarasikan Dukung Ipuk-Sugirah

“Arogansi dalam melawan aturan, melawan etika. Harus ditegaskan dengan sikap, seperti yang dilakukan DPRD Jember yakni menyampaikan hak interpelasi, lanjut hak angket, dan pemakzulan,” kata salah seorang Tokoh Masyarakat KH. Syaiful Rizal yang juga ikut dalam aksi.

Pria yang akrab dipanggil Gus Syef ini, perlunya tindakan tegas, dan adanha tahapan yang perlu dilakukan anggota dewan, karena memang kondisinya sangat genting.

“Kalau tidak ada tindakan tegas dari DPRD, kami akan lakukan aksi lebih besar, bahkan datangi satu persatu anggota dewan,” tegasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...

Tinggalkan Balasan