Warga Tampo Dibuat Risih Kabel WiFi Berserakan

20

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com ) – Warga Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Banyuwangi dibuat risih atas berserakannya kabel wifi yang menggantung.

Menurut Abi salah seorang warga Tampo saat dikonfirmasi menuturkan bahwa keberadaan pemasangan kabel wifi di desanya sungguh jauh dari kata rapi.

“Kami akui bahwa wifi sekarang ini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat, namun hal itu harusnya diimbangi dengan fasilitas yang memadahi dan harus punya standart pemasangan kabel yang benar,” ungkapnya.

Masih menurut Abi, bahwa pemasangan kabel wifi didesanya masih menggunakam fasilitas negara.

“Lihat saja para pengusaha wifi kok menggunakam fasilitas negara seperti tisng lampu penerangan jalan, hampir disetiap tiang ada kabel wifi yang berserakan,” jelas Abi.

Baca Juga  Diduga Masalah Hutang Piutang, Warga Surabaya Jadi Korban Pembacokan

Hal ini menjadi keprihatinan warga, selain sangat tidak rapi dilihat, hal ini juga dianggap merugikan masyarakat.

Loading...

“Jika terjadi konsleting listrik arus pendek dengan padatnya rumah penduduk, maka siapanyang akan dirugikan bukan hanya pengusaha wifi tapi juga masyarakat,” imbuhnya.

Dalam hal ini Abi berharap ada tindakan tegas dari instansi terkait.

“ya kami berharap ada tindakan tegas lah dari pihak pihak terkait, selain membuat aturan tersendiri kami juga berharap para pengusaha wifi juga membuat tisng sendiri agar tidak menggunakan fasilitas negara yang regulasinya pun menurut saya kursng jelas dalam penggunaannya,” tegasnya.

Disinggung terkait pengusaha wifi, abi mengatakan ada beberapa pengusaha yang masuk didesanya.

Baca Juga  Lagi, Murid Pengajian Diduga Jadi Korban Pencabulan Gurunya

“Kalau pengusahanya siapa saja saya tidak tahu, tapi menurut penuturan ketua Bumdes Desa Tampo pada saat saya klarifikasi di desa Tampo ini ada 6 pengusaha wifi termasuk Bumdes itu sendiri, karena menurut penuturan ketua bumdes, disana Bumdes punya server sendiri, disini peran serta pemerintah desa juga harus aktif untuk pendataan dan penataan bagi para pengusaha wifi yang masuk pada desa Tampo,” pungkasnya. (*)

Loading...
Berita sebelumyaTemuan Biobaterai Berbahan Limbah, Guru MTs NU Gresik Raih Juara 1 Nasional
Berita berikutnyaBlusukan ke Perkebunan, PMI Jember Berburu Darah

Tinggalkan Balasan