Para warga saat menunjukan kehidupan owner investasi bodong di Mapolresta Banyuwangi. (FOTO:Rochman/Kabarjawatimur.com)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Warga Kelurahan Lateng, Banyuwangi, Jawa Timur mendatangi Mapolresta Banyuwangi. Para warga tersebut melaporkan dugaan kasus penipuan investasi bodong hingga miliaran rupiah.

Menurut data yang berhasil dikumpulkan warga sekampung itu, mereka mengaku tertipu dengan nominal mencapai di angka Rp. 758 juta. Tetapi jika wilayah lain, bahkan dari luar kota mencapai Rp. 4,6 miliar.

“Awalnya kami itu diberi iming-iming investasi dengan hasil 50 persen, tetapi beberapa bulan terkahir ini macet, tidak ada lagi hasil dari investasi itu,” ucap Indah Dwi Juliani, salah satu korban investasi bodong saat di Mapolresta Banyuwangi, Rabu, (7/4/2021).

Kini di kampungnya memiliki member warga setempat sebanyak 28 orang. Setiap member mengalami kerugian mencapai Rp 10-50 juta. Dwi Indah bergabung dalam invesitasi itu pada September 2020.

Baca Juga  Pemkot Gelar Surabaya Art And Culture Festival 2021

Saat itu, lanjutnya, modal awalnya hanya Rp 300 ribu. Saat itu investasi berjalan lancar, dengan dana Rp 300 ribu selama sepekan menjadi Rp 450 ribu. Sehingga mendapatkan keuntungan Rp 150 ribu setiap minggu.

Loading...

Namun, pada awal Januari 2021 Indah mengaku jika mencoba investasi cukup besar. Dengan dana Rp 50 juta, ia berharap dananya bisa cair di bulan Februari. Karena untuk investasi besar akan mendapatkan 50 persen dalam kurun waktu dua pekan. Tetapi, kenyatannya ternyata berbeda.

“Ketika tidak ada masuk, terlapor ternyata hanya menjanjikan saja. Sehingga, tidak ada kejelasan terkait dana hasil investasinya,” paparnya.

Beberapakali, warga yang mengalami kerugian lainnya sudah berusaha menanyakan terkait kejelasan dananya. Tetapi, terlapor hanya menjanjikan saja.

Baca Juga  Hari Sampah Sedunia, Bupati Jember Buat Regulasi dan Optimalkan Tata Kelola TPA

“Kita sebenarnya sudah ada itikat baik untuk tidak melaporkan, tetapi ternyata terlapor tidak ada pembayaran sama sekali hingga warga memutuskan untuk melaporkannya ke Polisi,” cetusnya.

Sementara itu, Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin membenarkan adanya kasus tersebut. Menurutnya laporan tersebut sudah masuk dan dalam penanganan oleh petugas.

“Sudah dalam penanganan, menurut pelapor memang korban ada sejumlah 25 orang. Namun kita masih melakukan pendalaman,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaDatangi Kantor PDAM Giri Tirta, KPK Periksa Pimpinan PT Dewata Bangun Tirta
Berita berikutnyaPemerintah Ancam Tutup KBIH Ngawur, FK-KBIHU Jember: Pembimbing Haji Harus Taat Aturan

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan