Warga Pasang Baliho Surat Usulan Pemecatan Bupati Faida

599
Sejumlah warga memasang banner

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Sejumlah warga Jember yang mengatasnamakan Gerakan Reformasi Jember (GRJ) Jumat siang (6/11/2020) memasang baliho di depan DPRD Jember.

Pada baliho tersebut tercetak surat usulan Gubernur kepada Mendagri berisi pemecatan kepada Bupati Jember, Faida.

Menurut kordinator GRJ aksi pemasangan baliho, Kustiono Musri, pemasangan baliho dilakukan agar masyarakat tahu jika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa telah mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri agar diberhentikan karena banyak melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan.

“Produk hukum gubernur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terkait permasalahan Kabupaten Jember itu tertuang dalam surat ini. Publik harus tahu, rakyat harus tahu bahwa Pemprov Jawa Timur sudah profesional, maksimal, sesuai undang-undang,” kata Kustiono Musri.

“Bahwa pelanggaran sistem merit seperti itu adalah bentuk pelanggaran berat memang sanksinya harus dipecat, diberhentikan itu sesuai undang-undang,” tegasnya.

Baca Juga  Venue Porprov di Jember 80 Persen Siap

Kustiono juga mengatakan pemasangan baliho bukan bentuk kampanye hitam yang dapat menguntungkan pasangan calon bupati-wakil bupati.

Seperti diketahui saat ini Bupati Petahana Faida yang menggandeng pengusaha muda Dwi Arya Nugraha Oktavianto atau Vian saat ini bertarung dengan 2 pasangan calon lainnya yakni Hendy Siswanto-Gus Firjaun dan Salam- Ifan.

Loading...

“Nah ini yang harus diketahui dengan jernih bahwa permasalahan sistem merit dan KSOTK ini hasil temuan pemeriksaan khusus Irjen Kemendagri sekita bulan Maret-April 2019,” jelasnya.

“Anehnya Mendagri baru mengeluarkan surat rekomendasi atas temuan itu di 11 November 2019. Lebih aneh lagi ketika berdasarkan surat gubernur tanggal 7 Juli 2020 yang saat itu belum ada nuansa Pilkada nomor 2, nomor 3 yang berhadapan dengan petahana,” ungkapnya.

Baca Juga  Tahapan Pilkades Serentak, Bupati Bojonegoro Upayakan Minimalisir Benturan Sosial

Selain memasang baliho, Kustiono dan kawan-kawan juga membagikan foto kopian surat Gubernur yang awalnya bocor dikalangan awak media ini kepada masyarakat pengguna jalan.

Kustiono juga akan memperbanyak surat gubernur itu untuk dibagikan kepada kyai pengasuh seluruh pondok pesantren yang ada di Kabupaten Jember.

”Akan kita cetak lagi spanduk besar dan memperbanyak surat gubernur itu untuk dibagikan kepada para kyai pondok pesantren dipelosok Jember,” pungkasnya.

Seperti diketahui ternyata selama ini Gubernur Jawa Timur telah melakukan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan pemerintahan di Jember. Semua dituangkan dalam surat tersebut, termasuk usulan pemecatan Bupati Faida.

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakBertemu Warga, Gus Riza dapat Curhatan Soal Kesejahteraan Guru Agama dan Kondisi Jalan
Artikulli tjetërMeriahkan HDKD 2020, Kanimsus Surabaya Junjung Tinggi Sportivitas Perlombaan

Tinggalkan Balasan