Warga Merayu Mbah Mojo yang Tinggal di Kuburan dan Goa

132

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Selama 30 tahun Mbah Mojo (80) tinggal di Pemakaman Umum Kebonsari, Lingkungan Sumberdandang, Kecamatan Sumbersari, Jember, Jawa Timur. Kondisi fisik kakek yang hidup sebatang kara itu saat ini semakin menua dan sering sakit-sakitan.

Selama ini warga sekitar kuburan atau pemakaman tempat selama Mbah Mojo tinggal sudah berupaya untuk memberikan perhatian dan bantuan, terkait kelangsungan hidup kakek tersebut. Namun bertambahnya usia, warga khawatir dengan kondisi kesehatannya.

Dibantu sekelompok masyarakat dari Relawan Mangli Peduli (RMP), Mbah Mojo dibujuk agar mau dirawat di Panti Jompo yang ada di Kecamatan Puger, Jember, Jawa Timur.

“Saya tahunya Mbah Mojo ini sudah lama. Sejak tahun 90 an. Saat itu saya pernah RT, terus tahun 2000 saya berhenti jadi RT karena sakit. Kemudian baru sekarang jadi RT lagi, ya Mbah Mojo ini saya tahu sejarahnya,” kata Ketua RT 3 lingkungan setempat Saroji saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (24/10/2019).

Baca Juga  Polisi Surabaya Grebek Kunti, Puluhan Poket dari Basis Narkotika

Sebelum akhirnya tinggal di komplek pemakaman ini, kata Saroji, Mbah Mojo berpindah-pindah tempat kalau tidur.

“Sebelumnya di goa yang tidak jauh dari tempat sekarang ini. Dekat-dekat sini, tapi kemudian karena warga sana merasa risih, tempat tinggalnya itu dibakar dan membuat Mbah Mojo jadi mencari lokasi lain, terus ke Talangsari itu,” katanya.

Informasi itu, kata Saroji, diketahuinya dari obrolan warga, dan pengakuan kakek renta itu sendiri.

Loading...

“Setelah itu di pemakaman ini. Dia (Mbah Mojo) tahu ada gua ini. Terus tinggal di sini. Kalau hujan kasihan mas, ini di sini banjir dan ngembeng (menggenang) airnya,” katanya.

Akhirnya oleh warga dibangunkan tempat tinggal semi permanen tersebut.

“Kami tidak paham bangunan ini melanggar atau tidak. Pokok kami swadaya bantu. Karena Mbah Mojo ini tidak mau untuk tinggal dirumah warga, tidak mau merepotkan katanya. Untuk makannya, dari bekerja serabutan dan kifayah dari peziarah yang menyuruhnya membersihkan makam. Kami berharap ada perhatian,”tuturnya.

Baca Juga  Jaga Stabilitas Harga Sembako, Pemkab Jember, BI dan Bulog Gelar Operasi Pasar

Sementara itu saat dikonfirmasi terpisah, Koordinator RMP (Relawan Mangli Peduli) Zulkifli mengetahui informasi mengenai Mbah Mojo, langsung menuju lokasi dan melihat kondisinya.

“Sangat mengagetkan tentunya, karena mbah ini sudah 30 tahun tinggal di pemakaman. Padahal puluhan tahun sudah. Sehingga kami datang bermaksud untuk membujuknya agar mau dirawat di Panti,” kata Zulkifli saat dikonfirmasi wartawan.

Zulkifli mengaku khawatir dengan kondisi kesehatan kakek tersebut, dan mumpung masih sehat, diarahkan agar dapat dirawat baik di panti.

“Karena nanti di sana akan lebih diperhatikan, dan tidak terlunta-lunta seperti sekarang ini. Warga pun juga tidak kerepotan, karena nanti di panti sudah ada yang merawat,” tuturnya. (*)

Repoter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakPolisi di Blitar Terjaring Razia,Ternyata Ini Pelanggarannya
Artikulli tjetërBermodal Pisau Penghabisan, Pria Surabaya ini Mengaku Pernah Curi Motor

Tinggalkan Balasan