Warga Galis Bangkalan dan Jakarta Coba Selundupkan 4 Kilo Sabu ke Jatim

11
Dua tersangka 4 kilogram sabu dari Jakarta diapit anggota.

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Dua orang kurir, BS alias CM warga Palmerah, Jakarta Barat dan AR warga Galis, Bangkalan mencoba selundupkan sabu seberat 4 kilo gram ke wilayah Jawa Timur. Namun upaya keduanya digagalkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Timur (BNNP Jatim).

Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Daniel Y Katiandagho mengatakan, anggota BNNP membekuk kedua tersangka saat hendak melintas di pintu exit Tol Warugunung, Surabaya pada, Selasa (18/5/2021) lalu.

Modus keduanya adalah, mereka mengelabuhi petugas BNNP Jatim dengan mengemas sabu-sabu dalam sebuah plastik putih, lalu dirangkap dalam tas kresek merah, dan dimasukkan ke tas goodie back berwarna hijau serta ditutup pakaian.

“Tersangka juga memasukkan lagi ke dalam tas kain berwarna merah muda dan meletakkannya ke dalam bagasi mobil Avanza berwarna silver dengan plat nomor N 1030 GT,” jelas Daniel, Kamis (20/5/2021).

Baca Juga  Spesialis Pencuri Dompet Dalam Mobil Dibekuk, Pelaku Dua Orang Pria

Saat tas ditemukan dan dibuka, petugas BNNP Jatim menemukan 4 kilogram sabu-sabu. Tersangka mengatakan, narkotika berbentuk serbuk kristal putih tersebut akan dikirim kepada seseorang di kawasan Bangkalan, Madura dan akan diedarkan di wilayah Surabaya, Madura, dan sekitarnya.

Loading...

Lanjut Daniel, AR mengaku sabu itu diperoleh dari rekannya berinisial HS. HS sendiri merupakan target dari BNNP Jatim dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO asal Jakarta).

“Pelaku AR dan HS ini saling kenal ketika menjalani hukuman penjara di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, Jakarta,” imbuh Dia.

Sementara, pemesan sabu-sabu diketahui adalah rekan tersangka, yakni berinisial FZ asal Bangkalan yang juga menjadi DPO BNNP Jatim.

Baca Juga  Wisata Edukasi Kalitengah, Ciptakan Interpreneur Lamongan

Tersangka AR ini sendiri mengakui, sebelumnya sudah pernah melakukan pengiriman narkotika sabu-sabu ke temannya (FZ) dari Jakarta ke Madura.

Dari bisnis terlarang itu, AR mengaku telah memperoleh keuntungan berupa upah senilai Rp 20.000.000. Uang itu diperoleh usai berhasil menjalankan tugasnya.

Dalam pengungkapan itu, petugas BNNP Jatim mengamankan sebuah Toyota Avanza warna Abu-abu beserta STNK, sebuah tas berwarna merah muda berisi 4 bungkus narkotika jenis sabu-sabu seberat 4.003,22 gram atau 4.03 kilogram, dan 3 HP milik keduanya.

Oleh BNNP, pelaku AR dan BS akan dijerat Pasal 114 ayat (2) Subsider pasal 112 ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakPolresta Sidoarjo Luncurkan Layanan Satu Atap MMPP
Artikulli tjetërNestlé Indonesia Mulai Bangun Pabrik di Jateng, Investasi Senilai USD 220 Juta

Tinggalkan Balasan