Warga Empat Desa Ikuti Pelatihan Peduli HIV/AIDS

17

BOJONEGORO(Kabarjawatimur.com),– Puluhan peserta dari empat desa di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti lokakarya mini program Gerakan Masyarakat (Gemas) Peduli HIV/AIDS yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Insan Cendekia Husada (STIKes ICsada) Bojonegoro, yang didukung ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Balai Desa Gayam.

Sebelum lokakarya diawali dengan survey. Mini lokakarya ini bertujuan untuk memaparkan hasil survei kesehatan masyarakat dan dimulai dari Desa Gayam. Setelah itu dilanjutkan ke Desa Brabowan, Mojodelik dan terakhir di Bonorejo, Kecamatan Gayam.

“Mini lokakarya I dan II ini juga dalam rangka perumusan diagnosa dan intervensi keperawatan komunitas, khususnya pada kasus HIV/AIDS,” kata perwakilan STIKes ICsada Bojonegoro yang juga Ketua Yayasan Dharma Cendekia, Nurul Jariyantin.

Mini lokakarya dimulai dengan serangkaian pandangan dari pihak desa dan juga Kampus Ungu, sebutan akrab STIKes ICsada Bojonegoro.

Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan hasil survei sekaligus diagnosa keperawatan oleh Ns. Zaenal. S. Kep.  Sembilan diagnosa berhasil dirumuskan dan disepakati dengan satu point klarifikasi, yaitu tentang akses air bersih.

Baca Juga  Dua Residivis Narkoba Sumenep Lagi-lagi Ditangkap, Polisi Kejar Rekan dan Pengedarnya

“Masalah utama yang muncul adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang penyakit TBC dan HIV/AIDs yang disebabkan oleh berbagai faktor,” tegasnya.

Selaku perwakilan dari STIKes ICsada, Bu NJ, sapaan karibnya berharap, program GeMas Peduli HIV/AIDS dapat berjalan dengan baik dan membantu pemerintah dalam menuntaskan masalah terkait HIV/AIDS.

Kerjasama yang baik antara Kampus Ungu, SKK Migas-EMCL, Puskesmas, Pemdes, bidan desa hingga kades kesehatan setempat, akan sangat membantu tugas besar MDGs 2015 .

Loading...

Sementara itu, perwakilan dari kader Desa Gayam, Puji, menganggap bahwa kegiatan ini sangat istimewa dan ada yang spesial dari Kampus Ungu.

“Selama di proses awal ini, kita sudah mendapatkan yang luar biasa. Jadi, kita sebagai warga harus bisa menjadi tetangga yang baik bagi Kampus Ungu,” terang Puji.

Sementara itu, peserta sejak awal sudah sangat antusias. Terutama pada saat diskusi kelompok untuk mempertajam pemahaman hasil diagnosa. Dari empat kelompok yang ada, hampir semua mampu menyajikan hasil diskusi dengan cukup baik.

Beberapa hal yang menarik, diantaranya wawasan tentang tata cara memandikan jenazah yang aman dan perlunya dukungan serta peran karang taruna agar lebih optimal.

Baca Juga  Polsek Tanggul Ringkus Spesialis Pembobol Toko Dekat Markas Yonif Raider 515

Sementara itu berdasarkan data yang masuk di Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Bojonegoro, dalam kurun waktu Januari sampai Agustus tahun ini terdapat 143 penderita HIV/AIDS (ODHA) baru. Dan 19 di antaranya meninggal dunia.

Berdasarkan jenis pekerjaan dari 143 ODHA itu, rinciannya ibu rumah tangga sebanyak 46 orang, buruh kasar 17 orang, wiraswasta 16 orang, petani atau nelayan 8 orang, karyawan 2 orang, PNS 2 orang, dan TNI/Polri 1 orang. Sedangkan 23 lainnya tidak diketahui.

Dari golongan umur, pada usia 0-4 tahun terdapat 2 penderita, usia 20-24 tahun 6 penderita, usia 25-29 tahun 9 penderita, usia 30-34 tahun 28 penderita, dan usia 35-39 tahun 26 penderita.

Selanjutnya, pada usia 40-44 tahun terdapat 31 penderita, usia 45-49 tahun 16 penderita, usia 50-54 tahun 17 penderita, usia 55-59 tahun 7 penderita, dan usia 60 tahun lebih hanya 1 penderita.

Reporter: Agus Kuprit, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakTergiur HP Mahal, Tukang Jahit Terpal Nekat Jambret
Artikulli tjetërRazia Cipkon, Amankan Pengedar Pil Koplo

Tinggalkan Balasan