Warga Dukuh Kupang Tolak Dirut PDAM Calonkan Ketua RW

156

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Warga RW III, Kelurahan Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis, menolak pemilihan Ketua RW III yang akan dilaksanakan panitia 3 pada Jum’at (22/11/2019). Sementara, pemilihan RW sendiri, akan dilaksanakan pada Sabtu (23/11/2019) malam.

Beberapa warga dan tokoh masyarakat setempat terpaksa berkumpul untuk menyikapi pemilihan RW III yang dinilai tidak transparan dan terindikasi hanya memunculkan satu nama petahana, Mujiaman yang notabene Direktur Utama PDAM Surya Sembada.

Terindikasi, panitia 3 bentukan RW melakukan kecurangan. Diduga, panitia menyetting agar hanya muncul satu calon dengan tidak melakukan sosialisasi ke masyarakat. Setelah warga protes, pengumuman baru ditempel pada Kamis (21/11/2019). Sementara pendaftaran calon ditutup pada Selasa (19/11/2019).

“Pemilihan ketua kampung semestinya harus disosialisaikan ke semua warga. Ternyata, ini tidak ada sosilaisasi atau pengumuman sama sekali. Bahkan sampai formulir pendaftaran saja, kita dikasih oleh RW lain,” ujar Sugeng Prajitno dijumpai di Jalan Raya Dukuh Kupang XXX bersama warga untuk menyikapi persoalan ini, semalam.

Baca Juga  Lamongan Gelar Festival Ekonomi Kreatif Bagi Pelajar

Setelah panitia didesak, akhirnya mau menerima pendataran calon lain. Diantaranya Sugeng Prajitno, Yoesoef MS dan Ida Fardiana. Hanya saja, para calon tersebut tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri pemilihan RW nanti malam.

Loading...

“Harusnya kan, yang namanya panitia 3 itu kan menjaring warga untuk nyalon dengan door to door menggalang. Perkara tidak mau, itu kan urusan nanti. Yang jelas tidak pernah ada rapat warga yg melibatkan tokoh-tokoh masyarakat lebih luas, kecuali hanya pengurus RT & RW saja,” sambung Yoesoef.

Di sisi lain, warga juga menolak jika dipimpin kembali oleh Mujiaman. Sebab, selama satu periode memimpin RW tidak ada hasil kerja yang signifikan. Yang terjadi malah sebaliknya, warga terpecah dan terkotak-kotak.

Baca Juga  Metode Pemerintahan Bojonegoro Jadi Acuan Tim Studi Lapangan PKA

“Pak Mujiaman ini kan kebetulan pejabat publik. beliau ini kan Direktur Utama PDAM Surabaya. Lingkup lebihnya besar daripada hanya setingkat RW. Mau dibawa kemana kampung ini,” sahut Sugeng.

Lanjut Sugeng, warga sebenarnya senang dan tidak mempersoalkan Mujiqn mencalonkan kembali. Namun warga kecewa dengan cara-cara slintutan hingga membuat warga berontak dan menolak pencalonan Mujiaman.

Secara aturan, jabatan Dirut PDAM tidak disebutkan dalam aturan jika hendak mengikuti pemilihan Ketua RW. Dalam aturan hanya disebutkan tidak menjabat lurah atau perangkat lurah, tidak rangkap jabatan pada lembaga kemassyarakatan, dan bukan sebagai anggota partai politik dengan dibuktikan surat pernyataan.

“Secara exsplisit memang tidak disebutkan jabatan itu. Tapi jabatan Dirut setara dengan kepala dinas,” sahut Darwanto.

Reporter: Red

Loading...
Artikulli paraprakRumah di Dupak Baru Surabaya Digrebek Polisi, ada Ribun Pil Koplo 
Artikulli tjetërDua Pria Surabaya ini Nekat, Jambret Disamping Kantor Polsek

Tinggalkan Balasan