Warga Desa Paseban Temukan Bayi Laki-Laki

41

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Warga Desa Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember digegerkan dengan penemuan bayi.

Bayi berjenis kelamin laki-laki itu tergeletak di depan pintu rumah Endang Susilawati warga RT 03 RW 09 di desa setempar, Kamis malam 20/01/2022 sekira pukul 18.30 .

Belum jelas siapa orang tua bayi yang tega telah membuang darah dagingnya sendiri

Endang Susilawati,menerangkan dirinya menemukan bayi tersebut setelah mendengar suara tangisan.

“Saya mendengar suara tangis bayi ada di depan pintu rumah lalu saya membuka pintu dan saya terkejut kok ada seorang bayi,seketika itu juga saya telepon suami saya yang sedang pengajian, saya bilang mas kok ada bayi di depan rumah,” terangnya.

Baca Juga  RSD Soebandi Segera Layani Operasi Jantung Gratis

“Setelah suami saya pulang dan warga pun banyak yang berdatangan melihat bayi ini dan bertanya tanya siapa orang yang tega membuang bayinya, dan kita juga memberitahukan ke bapak kepala desa bahwa ada bayi di depan rumah saya,”lanjutnya.

Loading...

Sementara itu Kepala Desa Paseban Satupan, membenarkan adanya penemuan bayi tersebut.” Pada waktu itu saya ada di rumah kemudian ada warga datang melapor kalau ada penemuan bayi, kebetulan yang menemukan masih saudara saya,” kata Satupan.

Satupan mengatakan beberapa saat usai ditemukan, bersama warga dan Bhabinkamtibmas desa setempat, bayi merah lengkap dengan pusarnya tersebut dibawa ke Puskesmas.

“Saya bersama Bhabinkamtibmas Desa Paseban menyarankan agar bayi dibawa ke Puskemas terlebih dahulu untuk di periksa,” katanya.

Baca Juga  Giliran Pria Wonokromo Ketintang Ditangkap Polisi dengan Belasan Gram

Belum jelas bayi tersebut anak siapa namun diduga hasil hubungan gelap kedua orang tuanya. Jika tidak ada yang mengakui, warga setempat akan merawatnya.

“Apabila tidak ada yang mengaku orang tua dari bayi tersebut maka akan di adopsi atau dirawat oleh Bu endang sendiri,” pungkas Satupan. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakAksi Geruduk 25 Desa Miskin Ekstrem di Bangkalan Rampung
Artikulli tjetërMafia Pupuk Menangis, 100 Ton Lebih Disalahgunakan

Tinggalkan Balasan