Warga Desa di Jember Anggap Terjangkit Covid-19 Sebagai Aib

688
Foto Bupati Hendy Siswanto saat memantau swab tes di Desa Kali Glagah, Kecamatan Sumberbaru.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Pemerintah Kabupaten Jember menggelar tes usap antigen atau swab antigen kepada puluhan warga Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Kamis siang (22/7/2021).

Setidaknya ada 50 orang warga setempat secara acak sebagai upaya tracing terhadap penyebaran virus Covid-19 di desa setempat. Mereka adalah warga dengan status kontak erat dengan pasien Covid-19.

Tracing ini harus dilakukan karena warga setempat kebanyakan menganggap terinfeksi corona sebagai aib.

Sehingga jika mereka sakit dengan gejala Covid-19 akan memilih menutup diri dari lingkungannya daripada berobat atau melakukan swab tes di fasilitas kesehatan seperti rumah sakit maupun puskesmas.

Seperti diltuturkan salah seorang warga setempat bernama Muhammad Abdul Rahim.

“Kita berharap wabah ini segera berakhir. Karena susah untuk mendeteksi jika sakit akibat terpapar virus (Covid-19) itu,” kata Abdul

Menurut Abdul, susahnya mendeteksi sakit akibat virus Covid-19. Karena masyarakat di desanya menganggap penyakit tersebut sebagai sebuah aib.

“Karena kan saat sakit harus jaga jarak dan dijauhi, jadi takut warga itu kalau swab tes ataupun ditanya sakit apa. Kita disini tidak tahu berapa yang sudah terpapar virus Covid itu. Karena tidak ada yang swab tes,” ungkapnya.

Abdul juga menyampaikan, saat ini dirinya bersama keluarganya satu rumah sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah akibat kontak erat dengan keluarganya yang terkonfirmasi positif.

Baca Juga  Kasus Besar di Surabaya-Sidoarjo Pernah Diungkap Oleh Kombes Yusep 

“Bapak saya dirawat di rumah sakit (Kabupaten) Lumajang ya karena virus Covid itu. Karena saya kontak erat saya Isoman dengan keluarga,” katanya

Agar muncul kesadaran masyarakat deteksi dini ketika terpapar virus mematikan ini, Abdul mengatakan perlu terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan.

”Butuh edukasi dan sosialisasi agar masyarakat paham bagaimana mendeteksi penyakit (akibat terpapar) virus Covid-19 ini,” ujarnya.

Loading...

Kepala Puskesmas Sumberbaru dr. Wisnu Widodo menjelaskan tes usap harus dilakukan karena mereka kontak erat dengan 3 warga yang terkonfirmasi positif.

“Karena kontak erat dengan keluarga, juga berada di lingkungan yang dekat dengan warga terpapar virus Covid-19 itu. Ada 3 warga yang diketahui terkonfirmasi positif itu,” ujar dokter Wisnu.

Terkait ketertutupan warga, Wisnu mengakui hal itu terjadi. Kondisi inilah yang menyulitkan Satgas Covid-19 Kecamatan Sumberbaru, untuk melakukan deteksi terkait penyebaran virus tersebut.

“Sehingga upaya ini, bahkan langsung didatangi Bupati dan Forkopimda adalah upaya yang dilakukan untuk mendata dan melakukan 3T (Tracing, Testinf, dan Treatment),” jelasnya.

Baca Juga  Sinergitas Forkopimda Jatim dan Forkopimda Surabaya Sukseskan Serbuan Vaksinasi

Sementara ity Bupati Jember Hendy Siswanto langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi warga di Desa Kali Glagah.

Bupati yang datang bersama jajaran Forkopimda Jember, juga dalam upaya sosialisasi PPKM berbasis RT/RW kepada warga setempat.

“Kami akan melaksanakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) skala mikro berbasis rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW) di Kaliglagah,” katanya.

Disamping itu menurut Hendy memerintahkan jajaran Dinas Kesehatan Jember untuk melakukan penelusuran kontak (tracing) dan melakukan vaksinasi terhadap 300 orang.

Jajaran Forpimda juga membagikan paket bantuan sembako dan masker kepada warga.

”Kami juga akan bagikan seribu paket sembako untuk warga di desa itu dan membagikan 500 masker,” kata Hendy.

Hendy juga akan memborong dagangan 100 orang pengusaha mikro kecil menengah. “Terus kami bagikan ke tetangga kiri dan kanan,” katanya.

Hendy menyebut, jika langkah di Desa Kaliglagah berhasil, akan dilakukan langkah-langkah serupa di seluruh Kabupaten Jember.

“Desa ini adalah paling ujung di Jember, selangkah lagi Probolinggo. Jadi kita mulai dari ujung dan nanti akan ke wilayah lain. Ini upaya kita, terutama nantinya PPKM di tingkat mikro RT-RW,” tandasnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaJIIPE Peduli Salurkan CSR Hewan Kurban 18 Kambing dan 3 Sapi Untuk Warga Sekitar
Berita berikutnyaSelain Tulungagung, Isi Tabung Oksigen Palsu Diduga Ada di Pacitan

Tinggalkan Balasan