JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Warga di Kecamatan Mumbulsari dan Tempurejo berharap pemerintah segera melakukan pengaspalan jalan penghubung antar kecamatan. Pasalnya jalan beraspal sepanjang kurang lebih 5 Km yang menghubungkan Kecamatan Mumbulsari dengan Tempurejo kondisinya rusak parah.

Banyak titik lubang di jalan tersebut dengan diameter antara 20 – 30 cm dan berkedalaman sekitar 5 – 10 cm. Warga setempat berharap perbaikan dilakukan segera, karena jalan penghubung itu akses yang banyak digunakan warga saat beraktifitas.

“Dari arah Lengkong (Mumbulsari), di sana memang paling parah sekali, terus sampai Tempurejo sini. Minta ampun, sering terjadi kecelakaan,” kata salah seorang warga Desa Curah Takir, Kecamatan Tempurejo saat dikonfirmasi, Rabu (24/11/2021).

Saat terjadi hujan banyak genangan air di jalan yang mengaburkan lubang jalan. Kondisi ini dinilai membahayakan saat banyak warga melintas.

“Saya sering lewat sini untuk jualan pisang ke Pasar Pelita (Kecamatan Kaliwates). Saya berangkat dari rumah pukul 3 dini hari, pulangnya juga lewat jalanan sini,” sambungnya.

Baca Juga  Kadisnakertrans Tulungagung: Setiap Perusahaan Swasta Harus Merekrut 1 Persen Penyandang Disabilitas

Akibat jalan berlubang itu, lanjutnya, jarak tempuh saat menuju kota menjadi lama.

“Kalau malam lebih bahaya, apalagi sekarang hujan. Biasanya kalau lewat sini 1,5 jam. Sekarang bisa 2,5 jam karena harus lebih hati-hati,” ungkapnya.

“Semoga segera ada perbaikan, karena jalan ini sangat penting bagi warga,” ucapnya.

Loading...

Terpisah, Sekretaris Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari Ibnu Hajar membenarkan perihal rusaknya jalan tersebut. Jalan itu sudah lama rusak dan butuh perbaikan.

“Jalan itu benar rusak lama, kira-kira 3 bulanan lebih, dan yang bisa kami jawab masih diusulkan (perbaikan),” kata Ibnu.

Ibnu juga mengatakan, jika jalan rusak dan berlubang itu, menghubungkan Desa Lengkong, Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, dengan Desa/Kecamatan Tempurejo.

“Panjangnya kurang lebih 4-5 km. Upaya sementara dari desa yakni menambal yang lubang itu. Tapi karena sifatnya sementara kembali lubang,” katanya.

Baca Juga  Sempat Loncat Tembok, Tiga Pelaku Curanmor Dibekuk Sakera Sakti

Sementara untuk di aspal jalan di sekitar Desa Karangrejo, lanjutnya, diketahui ada retakan. “Mungkin karena dilewati truk-truk besar,” bebernya.

“Mungkin ke depan usulan kami bisa segera direalisasikan (perbaikan jalan). Karena benar ada banyak kecelakaan, dan jalan ini akses penting bagi warga,” pungkasnya.

Plt Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Rahman Anda saat dikonfirmasi menjelaskan ruas jalan tersebut masuk dalam proyek tahun jamak.

“(Jalan itu) masuk tahun jamak,”katanya melalui pesan WA.

Pelaksanaan proyek tersebut saat ini dalam proses lelang. Rencananya setelah proses lelang akan segera dilakukan perbaikan yang akan di mulai bulan Desember nanti.

Sebagai informasi Bupati Jember Hendy Siswanto telah memprogramkan pembangunan dan perbaikan jalan dengan skema tahun tunggal dan jamak. Setidaknya ada 1000 Km jalan rencananya akan diperbaiki tahun 2021 hingga awal 2022. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaDisela Giat Rakorpim TW lV 2021, Gubernur AAL Ajak Danjen Akademi TNI Sepeda Santai

Tinggalkan Balasan