Walikota Eri Ingin Dinkop Cangkruk Bersama Pedagang SWK

36

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam upayanya menyejahterakan pedagang Sentra Wisata Kuliner (SWK) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkolaborasi dengan Goto agar pendapatan dan perekonomian SWK dan UMKM semakin meningkat dengan melandainya kasus Covid-19 di Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menghadiri acara Cangkruk Bareng Mitra UMKM Digital di SWK Dharmahusada mengatakan, kerja sama ini untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memasarkan dan menjual dagangan para pedagang SWK melalui daring.

“Kerja sama dengan Goto ini nantinya penjualan dan pemasaran bisa melalui online, jadi tidak hanya konvensional. Dengan memanfaatkan platform digital, maka pendapatan teman-teman SWK akan meningkat meskipun dalam keadaan pandemi,” kata Wali Kota Eri, Senin siang (8/11/2021).

Wali Kota Eri juga menyampaikan pentingnya berkolaborasi dengan banyak pihaksalah satunya platform digital seperti Goto. Karena dengan berkolaborasi, pendapatan per kepala keluarga bisa sesuai dengan targetnya yaitu minimal satu bulan Rp 4 juta hingga Rp 7 juta. Menurutnya, semakin banyak pemkot berkolaborasi dengan berbagai pihak, otomatis warga Surabaya akan semakin sejahtera.

Baca Juga  Pramuka Lamongan Serahkan Bantuan Korban Banjir

Dalam kegiatan cangkruk bareng itu, Wali kota Eri juga mendengarkan aspirasi dari rakyat serta menjawab beberapa pertanyaan dari Pedagang SWK dan UMKM Dharmahusada. Tak Lupa, ia mengucapkan Terima Kasihkepada platform Goto yang sudah mensupport Pemkot Surabaya menggerakkan kembali perekonomian.

Loading...

“Itu (kolaborasi) harus terus kita lakukan, pemkot akan memantau progresnya teman-teman SWK dan UMKM. Jangan sampai setelah membuka UMKM terus diam saja dan hari ini kita lakukan terus bersama stakeholder yang ada. Dengan adanya Goto, pendapatan para pedagang meningkat 50 persen seperti di SWK ini. Sehingga yang CSR bangkit, UMKM-nya juga bangkit, ada keuntungannya juga bagi pemkot karena berhasil menjadi bapak yang baik bagi anak-anaknya,” ujar Cak Eri, sapaa lekatnya.

Mantan kepala Bappeko itu juga menjelaskan bahwa akan ada 10 titik SWK yang ditargetkan untuk menjalin kolaborasi serupa. Selain itu, dia juga meminta kepada Dinas Koperasi (Dinkop) Surabaya untuk membantu mendengarkan keluhan dan berbagai kebutuhan yang diinginkan oleh pelaku UMKM di SWK dengan cara cangkrukan.

Baca Juga  Minimalisir Kecelakaan, Satlantas Gresik Tilang Belasan Truk Over Load

“Saya nyuwun (minta) tolong nanti sebulan sekali ada komunikasi dengan Dinkop atau kapan panjenengan mau ngobrol bareng. Sehingga ketika saya main ke sini (SWK), lalu pedagangnya saya tanya pernah bertemu koperasi belum? namun ternyata belum. Oh ternyata Dinkop nggak pernah ketemu anake (bertemu anaknya), aku ae gelem (saya saja mau) ngantor di balai RW, mosok koperasi nggak gelem (masa nggak mau) ngantor di SWK? Nanti bakal saya cek,” tuturnya.

Dia meyakinkan, pemkot melalui Dinkop Surabaya akan selalu mendengarkan aspirasi dan memberikan solusi bagi pegiat UMKM di SWK agar semakin sejahtera. Bahkan, di tengah pandemi pemkot telah menghapus retribusi bagi pelaku UMKM di SWK, supaya para pedagang tidak terbebani ketika pendapatannya berkurang.

“Jadi ayo kita duduk bareng, kemudian dicari solusinya. Teman-teman dinas harus berani melakukan itu (Cangkrukan). Karena di zaman saya menjadi wali kota, dinas-dinas harus berani keluar dari zona nyaman. Karena kita dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Berita sebelumyaKanwil Kemenkumham Jatim Apresiasi dan Evaluasi Kinerja Satker Jajaran
Berita berikutnyaWujudkan ZI-WBK, Pemkab Bojonegoro Gunakan Aplikasi Si EZI

Tinggalkan Balasan