Adies Kadir
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir melakukan kunjungan kerja di Lapas Kelas II A Tangerang, Provinsi Banten.

TANGERANG (Kabarjawatimur.com)
Permasalahan kelebihan penghuni (overcrowding) hampir menjadi persoalan serius pada lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) yang ada di Indonesia dari tahun ke tahun yang tak pernah kunjung selesai.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Adies Kadir menilai lembaga pemasyarakatan (lapas) maupun rumah tahanan (rutan) di Indonesia saat ini sudah mengalami situasi yang sangat mengkhawatirkan.

“Masalah overcrowding di lapas Indonesia tak kunjung selesai dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu kami Komisi III meninjau langsung ke lapas-lapas besar yang ada untuk melihat langsung permasalahan yang sedang terjadi,” ujar politisi Golkar saat berkunjung di Lapas Kelas II A Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (17/6/2021).

Baca Juga  Di Sebatik, Taruna AAL Satlat KJK 2021 Kunjungi Patok 3 Tapal Batas Indonesia-Malaysia
Adies Kadir
Adies kadir bersama rekan Komisi III meninjau setiap ruangan di Lapas Kelas II A Tangerang.

Lanjut Adis, kelebihan penghuni yang dimaksud adalah situasi di mana ada kelebihan kapasitas di lapas atau ketika jumlah narapidana lebih banyak ketimbang jumlah ruang/kapasitas penjara maupun lapas yang tersedia. Dalam arti jumlah narapidana tidak sebanding dengan jumlah ketersediaan ruangan lapas maupun rutan.

Loading...

“Kelebihan penghuni itu kan akibat kesalahan penanganan setiap tahanan dari polisi, kejaksaan, dan lainnya disatukan. Berbagai macam masalah tindak pidana disatukan tidak dibeda-bedakan, hal ini yang menjadi masalah utama mengapa lapas ini overcrowding,” sambung Ketua DPP Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) ini.

Adies menyampaikan, setiap kasus narkoba harus dipisah tidak boleh disatukan sebab terdapat golongan masyarakat pengguna narkoba yang ada mulai dari pemakai, pengedar dan bandar.

Baca Juga  25 Taruna Marinir Tingkat IV Jalani Latihan Praktek Senjata Bantuan Infanteri

“Ini juga menjadi salah satu penyebab kenapa lapas itu over karena kasus narkoba saja digabung, harusnya dipisah karena ada pengguna yang coba-coba kemudian pengedar bahkan bandar, apalagi anak muda sekarang ini kan ada yang hanya coba-coba harusnya dibedakan,” pungkas politisi dari Dapil Jatim I Surabaya-Sidoarjo ini. (*)

Editor: Gita Tamarin

 

Loading...
Berita sebelumyaKapolrestabes Surabaya Pantau Penyekatan Di Dua Sisi Suramadu
Berita berikutnyaUsai Subuh Pria Surabaya Embat Onthel, Kepergok Pemilik

Tinggalkan Balasan