Wakil Ketua DPRD Jember: Lahan Bandara Notohadinegoro Dibeli Pemkab Saja

269

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Wakil Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim, dorong Bupati Jember untuk membeli lahan milik PTPN XII kurang lebih seluas 125 Ha yang saat ini digunakan oleh Pemkab Jember sebagai Bandara Notohadinegoro.Lahan Bandara Notohadinegoro sendiri saat ini digunakan oleh Pemkab Jember dengan konsep kerjasama operasional atau KSO.

“Bandara ini kan sampai saat ini status kepemilikannya masih milik PTPN XII, masih status kerja sama, artinya menggantung. Sama-sama tidak bisa mengklaim” ujar Halim, saat ditemui di kantor DPC Gerindra, Kamis (2/12/2012).

Pria flamboyan yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Jember itu menyebutkan, ada beberapa opsi yang memungkinkan untuk bisa menyelesaikan status Bandara.

Opsi pertama adalah tukar guling atau ruislag dan kedua adalah dibeli secara langsung oleh Pemkab Jember.

“Pertama adalah tukar guling dengan tanah Pemda, dan yang kedua adalah dengan dibeli secara langsung melalui APBD” jelasnya.

Pembelian lahan tersebut dari PTPN XII, disebut Halim akan menyelesaikan persoalan status bandara yang menjadi kendala selama ini. Pengembangan bandara selama ini memang terkendala status tanah.

“Itu akan resmi jadi milik pemerintah daerah. Mau dikembangkan seperti apa kedepannya, dengan begitu ada kejelasan status hukumnya sehingga tidak lagi perlu khawatir masuk ke ranah hukum” katanya.

Baca Juga  Abdul Halim Terpilih Sebagai Ketua IKA UTM Periode 2022-2026

Tanpa kepastian status kepemilikan, pengembangan bandara notohadinegoro tidak mungkin bisa optimal.

“Karena sampai dengan saat ini ketika kita akan mengembangkan pasti akan jadi temuan oleh BPK,” sambungnya.

Ahmad Halim menyampaikan pendapatnya tersebut karena didasari dengan adanya yurisprudensi konsep pembelian lahan seperti yang telah dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi dan juga telah dicontohkan oleh Bupati Samsul Hadi Siswoyo dalam pembelian gedung eks BHS di depan alun-alun Jember.

Loading...

“Kenapa Banyuwangi bisa melakukan itu sementara Jember tidak, tentu ini perlu ada kajian khusus” ujarnya.

Menurutnya, Pemkab lain yang pernah melakukan pembelian tanah PTP itu adalah Pemkab Banyuwangi yang membeli lahan untuk bandara seharga 94 miliar dengan luas 269 hektar.

“Bandara Jember dengan luas 120 ha, estimasinya berkisar antara 30 atau 40 miliar dan itu pun bisa dilakukan pembayaran pertahun tidak harus satu kali bayar. Bagaimana kemampuan APBD untuk membeli aset tersebut menjadi milik daerah yang perlu kita kembangkan bersama,” tegasnya.

Atas dasar manfaat yang lebih luas serta pentingnya kepastian hukum terhadap kepemilikan bandara yang telah menyita milyaran rupiah dana APBD sejak era Bupati Samsul Hadi Siswoyo sampai dengan pemerintahan Bupati Hendy Siswanto.

Baca Juga  Kurir Catering Dibekuk Polisi Diparkiran Motor

Ahmad Halim selaku Wakil Ketua DPRD Jember merasa terpanggil untuk serius mengawal investasi yang telah dikeluarkan oleh Pemkab Jember sejak 2003.

“DPRD akan berupaya mendorong eksekutif agar melakukan pembelian tersebut karena lebih besar manfaatnya. Insya Allah kemampuan APBD kita mampu dan itu pun tidak harus bayar sekali, namun bisa dicicil sampai 3 tahun” pungkasnya.

Penelusuran xposfile, Bandara Notohadinegoro adalah sebuah bandar udara yang terletak di Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung yang berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat kota Jember. Bandara ini dioperasikan oleh Dinas Perhubungan Pemerintah Kabupaten Jember dan memiliki panjang landasan pacu 1.560 meter.

Memiliki areal seluas 120 hektare, dan merupakan bandara umum sipil pertama di Indonesia yang dibangun sendiri oleh pemerintah kabupaten setempat, yaitu Pemerintah Kabupaten Jember dengan kekuatan APBD Kabupaten.

Bandara ini diprakarsai dan dibangun di era pemerintahan Bupati Samsul Hadi Siswoyo. Pembangunan dimulai pada tahun 2003 yang telah dianggarkan sejak tahun 2001 dengan menggunakan dana APBD sebesar Rp30 Miliar. Bandara ini diresmikan pada tahun 2005 dengan panjang landasan pacu masih 1.200 meter. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakKPU Gresik Gandeng KWG Gelar Sosialisasi Partisipasi Pendidikan Pemilih
Artikulli tjetërDesa Pungpungan Bojonegoro Sabet Juara 4 Dalam Event Desa Brilian 2021

Tinggalkan Balasan