Wakapolrestabes Surabaya Bagikan Masker ke Pendemo di Grahadi

161
Wakapolrestabes Surabaya membagikan Masker

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Ribuan massa dari GETOL (Gerakan Tolak Omnibus Law), dan FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia) berdemo damai didepan gedung Negara Grahadi, Selasa (20/10/2020).

Mereka bersuara menuntut pembatalan atau Tolak UU Cipta Kerja dengan tujuan Kantor Gubernur, DPRD Indrapura dan Gedung Grahadi Surabaya mulai pukul 12.00 WIB.

Meski berdemo, melalui surat pemberitahuan resmi, dihimbau agar peserta Demo tetap menjalakannya dengan damai dan tertib serta mematuhi protokol kesehata 3M, pakai masker, menjaga jarak.

Dalam aksi unjuk rasa damai ini, anggota gabungan dari Polri, TNI serta Pemerintah sudah siap dan disiagakan dibeberapa titik-titik yang dianggap rawan.

Rencana pengamanan unjuk rasa, petugas gabungan termasuk Polrestabes Surabaya ada 3790 anggota yang disiagakan.

Loading...
Baca Juga  LLDIKTI Beri Penghargaan kepada Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo

Dalam kesempatan itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Jhony Isir dan Wakapolrestabes AKBP Hartoyo terjun langsung memantau jalannya aksi damai didepan Grahadi Surabaya.

Bahkan, AKBP Hartoyo membagikan langsung masker medis kepada pendemo agar tetap patuh menjalankan protokol kesehatan pakai masker, juga menjaga jarak.

“Sengaja kita bagikan ribuan masker ke pendemo agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan terhindar dari penyebaran virus covid-19,” sebut Hartoyo, Selasa (20/10/2020).

Sementara pantauan dilokasi, aksi didepan gedung Negara Grahadi terpantau aman, damai dan tertib.

Petugas juga sudah mengamankan puluhan pemuda yang diduga hendak membuat kerusuhan dan diangkut menuju Mapolrestabes Surabaya.

Meski jalan menuju Grahadi baik dari arah Jalan Tunjungan maupun Jalan Pemuda ditutup total, jalannya aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law berjalan aman. (*)

Baca Juga  Direksi dan Dewan Pengawas PDP Kahyangan Tanda Tangani RKAP 2023

Reporter : Eko

Loading...
Artikulli paraprakCari Ikan, Bocah 14 Tahun Tenggelam di Sungai Ngagel
Artikulli tjetërMusim Hujan Tiba, Pengguna Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Wajib Waspada

Tinggalkan Balasan