Waduh! Biaya PTSL Desa Padang Bojonegegoro Melebihi Aturan

629
Tanda terima pembayaran pendaftaran PTSL

BOJONEGORO (Kabarjawatimur.com) – Selain menyoal proses pengukuran batas tanah, warga pemohon Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Padang, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Jawa Timur juga mempertanyakan biaya program pemerintah itu diduga ‘menggendut’ atau melebihi aturan.

Seperti yang tertulis didalam surat pengaduan salah satu warga Desa Padang ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro, bahwa pemohon dikenakan biaya pendaftaran sebesar 500 ribu rupiah per bidang, bahkan ada yang lebih diatasnya. Padahal sesuai aturan, program pemerintah untuk kemudahan proses sertifikasi tanah tersebut hanya dipatok Rp 150 ribu per bidang.

“Biayanya memang bervariatif mas, ada yang 300 ribu, 500 ribu dan ada yang 1.300.000 untuk dua bidang,” kata Dasup, salah satu pemohon PTSL Desa Padang, Selasa (28/7/2020).

Loading...
Baca Juga  Belasan Poket Didapat Polisi dari Rumah Semolowaru

Selain itu, ia mengatakan bahwa masyarakat banyak mengeluh karena harus mengeluarkan biaya lebih besar dari rencana awal pengajuan, sebab panitia PTSL menolak pendaftaran satu bidang dan menyuruh pemohon untuk memecah menjadi dua atau tiga SPPT dalam satu bidang.

“Harusnya masyarakat hanya membayar biaya untuk satu bidang, tapi karena disuruh memecah menjadi dua atau tiga, ya otomatis mereka ditarik biaya sesuai kelipatan,” terangnya kepada Kabarjawatimur.com.

Lebih lanjut, Dasup meyampaikan bahwa pihaknya berencana akan kembali mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Bojonegoro untuk menanyakan perkembangan laporan terkait PTSL di desanya.

“Saya berharap panitia bersedia mengevaluasi kembali, agar masyarakat tidak banyak yang dirugikan dan kehilangan tanahnya dalam pelaksanaan program PTSL ini,” pungkasnya.

Baca Juga  Destinasi Wisata Bojonegoro Dilengkapi Kuliner Sebagai Penunjang

Terpisah, Ketua Panitia PTSL Desa Padang, Bambang Hantono saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsAppnya menolak untuk menjawab dan meminta awak media ini datang agar bisa melihat bukti dan saksi.

Reporter : Pradah Tri W

Loading...
Artikulli paraprakForsuba Silaturahmi Klarifikasi Status Tanah, Tambak Udang di Bomo Banyuwangi Mendadak Tidak Terima Tamu
Artikulli tjetërPemuda Kebraon ‘Ngoceh’ ke Polisi, Seret Tetangga ke Penjara

Tinggalkan Balasan