Viral! Kuliner Soto di Blitar, Semangkok Cuma Rp. 2 Ribu

76

BLITAR, (Kabarjawatimur.com) – Sebuah warung soto ayam menggunakan gerobak motor di Jl Mastrip, Kota Blitar, terlihat ramai pembeli, Sabtu (23/10/2021). Di depan gerobak terdapat spanduk bertuliskan ‘Soto Ayam Rp 2.000’.

Warung soto tersebut milik, Yus Rudianto (39), warga Jl Bungur, Kelurahan/Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar.

Rudianto mengatakan baru empat bulan membuka warung soto ayam dengan harga Rp 2.000 per porsi. Warung soto ayam Rp 2.000 milik Rudianto buka mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB.

Bapak satu anak itu punya inisiatif membuka warung soto ayam dengan harga Rp 2.000 karena ingin berbagi dengan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Karena di masa PPKM pencegahan Covid-19 ini banyak warga yang penghasilannya turun, jadi saya ingin dengan masyarakat,” katanya.

Rudianto, awalnya membuka warung makan nasi pecel juga di Jl Mastrip. Tapi, warung nasi pecel Yus buka hanya malam hari. Saat penerapan PPKM, pelanggan di warung nasi pecel ikut turun. Dari sebelumnya, dia bisa menghabiskan 5 kg beras, sekarang tinggal 2 kg beras dalam semalam.

Baca Juga  Dinas PUTR Gresik Targetkan 4 Tahun Kali Lamong Rampung 50 Persen

Ia juga banyak menerima keluhan soal cari uang susah dan harga-harga mulai naik dari pelanggan di warung nasi pecelnya. Para pelanggan juga sudah merasa keberatan membeli nasi pecel dengan harga Rp 7.000 per piring. Rata-rata pelanggan di warung nasi pecelnya memang masyarakat berpenghasilan rendah seperti tukang ojek dan tukang becak.

Loading...

“saya punya ide membuka warung soto ayam dengan harga Rp 2.000 per mangkuk ya awalnya dari pelanggan nasi pecel saya yang sering mengeluh karena sulit cari uang dimasa seperti ini,” ujarnya.

Harga soto ayam Rp 2.000 per mangkuk itu sama dengan tarif retribusi parkir sepeda motor di Kota Blitar. Dengan membuka warung soto ayam per mangkuk, Yus ingin berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga  Adies Kadir Ajak Pengurus Baru Makin Solid Memenangkan Airlangga Hartarto sebagai Presiden RI

“Dengan harga soto ayam Rp 2.000 itu orang yang hanya punya uang Rp 5.000 sudah bisa makan di warung,” ujarnya.

Untuk ukuran bisnis, kata Rudianto, membuka warung soto dengan harga Rp 2.000, untungnya sangat tipis. Dia bisa mengambil untung dari menjual minuman. Dia menjual minuman teh dengan harga Rp 2.000 per gelas.

“Untungnya tipis, tapi niat saya ingin berbagi dengan masyarakat. Saya juga masih buka warung nasi pecel tiap malam,” tambahnya.

Pelanggan di warung soto ayam Yus kebanyakan juga tukang becak, tukang ojek, penjaga toko, dan pelajar. Biasanya, warung sotonya ramai pada pagi dan siang.
Mulai pagi sampai sore, warung sotonya bisa menghabiskan nasi sekitar 3 kilogram sampai 3,5 kilogram beras.

“Kalau berapa porsi saya kurang tahu, tapi tiap hari bisa menghabiskan 3-3,5 kilogram beras. Mungkin bisa lebih 100 mangkuk,” tutupnya. (*)

Reporter: Gilang Bahtiar

Loading...
Berita sebelumyaKasus Onani di Banyuwangi, Kuasa Hukum Minta Klientnya Harus Periksa Psikiater
Berita berikutnya8 Taman Kota Resmi Dibuka, Pemkot Ingatkan Prokes Ketat

Tinggalkan Balasan