Video Viral Persekusi Siswa Terhadap Gurunya Ternyata Berlokasi di SMP PGRI Wringinanom Gresik

13

GRESIK (kabarjawatimur.com) – Aksi seorang pelajar yang hampir memukul dan mencekik gurunya, yang terjadi di SMP PGRI Wringinanom, Kabupaten Gresik mendadak viral pasca video yang merekam aksi tersebut tersebar luas di dunia maya, Minggu (10/02/2019).

Dari keterangan yang berhasil dihimpun. Sosok siswa brutal tersebut diketahui berinisial ARS (15) tinggal di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Wringinanom. Sementara guru yang dianiaya tersebut bernama Nur Khalim (30) warga Desa Pasinan, Kecamatan Wringinanom.

Dalam video berdurasi kurang dari 1 menit itu tampak ARS yang mengenakan topi menghampiri Nur Khalim di ruang kelas. Tak lama kemudian, ARS mendorong dada Nur Khalim sembari mengayun-ayunkan tangannya seperti hendak memukul wajah sang guru.

Baca Juga  Pria Kost di Lidah Wetan Dibekuk Polisi, 3 Bulan Kabur Setelah Bobol Rumah

Persekusi ARS itu terjadi lantaran dirinya tidak terima ditegur oleh Nur Khalim karena kedapatan merokok di dalam kelas. Kendati ditantang oleh siswanya, sang guru tersebut nampaknya sabar dan tidak membalas.

Menyikapi viralnya video persekusi tersebut, pihak kepolisian dari Polres Gresik langsung bertindak cepat dengan mendatangi sekolah. Setelah memastikan identitas siswa dan guru korban persekusi, polisi lalu mempertemukan kedua belah pihak untuk melakukan mediasi.

Loading...

Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro mengatakan, setelah melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari guru korban persekusi. Dari situ, siswa pelaku persekusi lalu dipanggil untuk dipertemukan dengan sang guru.

“Baru saja sudah kita lakukan mediasi di Polsek Wringinanom dengan mempertemukan siswa dan guru yang ada di dalam video viral tersebut. Dalam mediasi itu juga dihadiri oleh perwakilan Kemendikbud Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Yayasan PGRI yang menaungi sekolah tersebut,” tutur Wahyu Sri Bintoro, Minggu (10/02/2019).

Baca Juga  Gus Yani-Bu Min Mengucapkan Dirgahayu Indonesia Ke 75

Dari hasil mediasi itu, lanjut Wahyu, sang siswa berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dengan menandatangani surat penyataan di selembar kertas. Sementara pihak guru juga bersedia memaafkan ulah siswanya tersebut.

“Siswanya sudah mengaku menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Dia juga meminta maaf kepada guru dan masyarakat atas viralnya video tersebut,” papar mantan Kapolres Bojonegoro ini.

Reporter: Azril Farich

Editor: Risky

Loading...

Tinggalkan Balasan