Usir Malapetaka, Warga se-Kampung di Banyuwangi Gelar Tradisi Tolak Bala

70

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Untuk menjauhkan dari malapetaka, ratusan warga Dusun Krajan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi menggelar tradisi pageblug (tolak bala) dan do’a bersama, pada Jum’at (28/6/2019) malam.

Ritual yang hingga kini masih dilestarikan ini tentunya sudah ada sejak ratusan tahun silam.

Salah satu warga setempat, Slamet Riyadi (42) menuturkan, bahwa tradisi tersebut sengaja digelar untuk menolak malapetaka.

Ratusan warga mulai dari anak-anak, dewasa, laki-laki maupun perempuan, duduk bersila di jalan hingga gang-gang kampung yang menjadi pusat ritual dan do’a bersama.

Warga ketika selamatan di Dusun Krajan, Desa Bubuk, Rogojampi

Diceritakan oleh Slamet, pada mulanya tradisi pageblug atau tolak bala ini sudah diturunkan oleh leluhurnya sejak zaman dahulu, namun selama ini sudah jarang sekali digelar.

Munurutnya, dalam beberapa bulan terakhir banyak kejadian kejadian yang aneh diluar nalar manusia. Banyaknya celaka yang menimpa warga setempat dan akhirnya mereka berinisiatif menggelar do’a bersama.

Baca Juga  Kurir Catering Dibekuk Polisi Diparkiran Motor

Hal itu bermula pada kejadian musibah berkali kali di jembatan kampung setempat yang mengakibatkan korban luka luka.

Kemudian, warga yang sebelumnya sehat tiba-tiba sakit dan tak kunjung sembuh hingga sekarang. Selanjutnya, dalam seminggu banyak orang meninggal dunia hingga tiga orang di kampung setempat.

Loading...

“Di jembatan itu sering terjadi musibah, dalam sehari musibah bisa sampai 3-5 kali. Belum lagi warga yang tiba tiba sakit, dan meninggal,” ucap Slamet kepada Kabarjawatimur.com.

“Orang sini dulu menyebutnya pageblug atau malapetaka yang berupa musibah yang terus menerus,” imbuhnya.

Foto: Selamatan Tolak Bala dan Do’a Bersama di Dusun Krajan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi

Sementara itu, Kepala Dusun setempat, Winarto mengatakan, warga setempat percaya, jika tradisi itu terus dijaga maka kampung akan sejahtera dan terjauh dari malapetaka.

Baca Juga  Lima Orang Penjudi Doro Ploso, Peran Masing Masing Pelaku

“Mudah-mudahan kampung kami dijauhkan dari marabahaya yang menimpa,” jelasnya.

Adapun kegiatan ini diawali dengan mengumandangkan adzan bersama sama di masing-masing pojok kampung lengkap berkeliling kampung sambil sholawatan.

Meski digelar secera sederhana, warga pun sangat antusias dengan kegiatan ini. Acara kemudian dilanjutkan melantunkan do’a-do’a keselamatan yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

“Acara selamatan ditutup dengan makan bersama di depan rumah warga masing masing,” jelasnya

Reporter: Rochman
Editor: Rizky

Teks Foto: Do’a bersama di Dusun Krajan, Desa Bubuk, Kecamatan Rogojampi.

 

Loading...
Artikulli paraprakDua Pria Mojo Kompak, Sama Sama Masuk Bui
Artikulli tjetërPacitan Darurat Hepatitis A, Bupati dan Ketua DPRD Angkat Bicara

Tinggalkan Balasan