Untuk Susu, Alasan Duda Anak 1 Lakukan Penggelapan

27
Pelaku diapit Kanit Reskrim dan anggota

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com)-
Berdalih desakan ekonomi yang pas-pasan, pria Surabaya ini harus rela kehilangan pekerjaannya. Dia dikeluarkan dan juga harus rela ditangkap Polisi karena melakukan penggelapan.

Pria itu bernama, Elya Dwi Awang Prakoso (25),asal Jalan Banyu Urip Lor Gg. IV Surabaya.

Duda anak satu tersebut adalah merupakan karyawan disalah satu perusahaan di Komplek Ruko Mangga Dua Blok B2 No. 11 Jagir, Wonokromo Surabaya.

Pada, Selasa 12 Maret 2019, lalu sekitar jam 13.00 WIB, pria ini melakukan penggelapan uang milik perusahaannya dengan cara menyetorkannya ke rekening pribadinya.

Pelaku Elya Dwi yang menempati bagian audit Stok barang dan kontrol keuangan, memudahkan melakukan kejahatan tersebut.

Baca Juga  Asik Bermesraan, Pasangan Muda Mudi Terciduk Satpol PP Bojonegoro

Dalam penyidikan, pelaku mengaku baru sekali ini senilai 14 juta. Uang kepentingan pribadi, sebagian buat beli susu anaknya yang masih berusia 2 tahun.

“Saat setor ke Bank saya sisipkan dan setorkan ke rekening saya,” aku pelaku.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Prans mengungkapkan, aksi penggelapan ini dilakukan sekitar bulan Oktober 2018, lalu.

Loading...

Ketika pelaku menerima uang titipan dari karyawan kasir sekitar 5 bendel total keseluruhan sebesar Rp. 70.000,000.

Uang perusahaan itu olehnya tidak semuanya disetorkan ke rekening Bank perusahaan, melainkan ada satu bendel yang disetorkan ke rekening milik pribadinya.

“Uang yang ditilep itu berjumlah sekitar antara Rp. 12.000,000 sampai dengan Rp.15.000.000,” sebut Arie, Sabtu (9/11/2019).

Baca Juga  Ke Indomaret Pria ini Curi Tabung Molen, Pengakuannya Mengejutkan

Dalihnya, karena terdesak kebutuhan sehingga uang digunakan secara pribadi dengan cara memasukkan ke rekening bank BCA atas nama pribadinya.

Berdasar info dan Laporan Polisi dari korban, Reskrim Polsek Wonokromo mendatangi rumah pelaku di Daerah Pasar Kembang Surabaya dan melakukan penangkapan pada, Kamis (7/11/2019.

Terbukti bersalah, pelaku dan barang bukti akhirnya di bawa ke Mapolsek Wonokromo guna proses penyidikan lebih lanjut.

Barang bukti yang diamankan, 4 (empat) lembar kertas berisikan Rekening Koran, serta 1 (satu) rekaman CCTV dan hasil audit perusahaan. (*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan