Unik, Warga Satu Kampung di Banyuwangi Lebaran di Kuburan

343

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Kuburan atau makam terkesan tempat yang angker dan menyeramkan, namun siapa yang menyangka kuburan dijadikan arena makan bersama.

Ya, hal itu hanya ada di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Jawa Timur. Setiap lebaran, masyarakat setempat memiliki tradisi unik yakni ‘Lebaran Kuburan’.

Lebaran yang biasanya identik dengan silaturahmi ke saudara, tetangga, dan teman. Namun disini malah sambang leluhur ataupun keluarganya yang sudah meninggal.

“Tradisi turun temurun ini digelar setiap hari ke dua saat lebaran atau dua syawal,” kata warga setempat, Mega Wrida Silvia, pada Kamis (6/6/2019).

Sejak pagi hari, warga guyub mempersiapkan lebaran makam ini. Ketika di area makam sang keluarganya, warga menggelar tikar sebagai alas yang sudah terisi jajanan kue khas lebaran lengkap beserta tumpeng dan aneka minuman

Baca Juga  RAP Pembangunan Jembatan, Berikut Penjelasan Dana Dusun Jubellor

Warga pun, lanjut Mega, melantunkan do’a-do’a keselamatan yang dipimpin oleh tokoh agama setempat.

“Usai mendoakan leluhur, maka selanjutnya ditutup dengan makan bersama di area makam ini,” ucap Mega

Loading...

 

Warga ketika diarea pemakaman

Sementara itu, hal yang sama juga dikatakan warga setempat, Joni Dwi Saputro, dirinya mengatakan, memang lebaran atau ziarah makam ini bisa dilakukan kapan saja, tapi entah kenapa di momen lebaran ini lebih punya kesan.

“Dalam tradisi ini juga untuk ajang berkumpul, bersilaturahmi bersama keluarga, dan warga lainnya pada waktu lebaran tiba,” ujar Joni

“Tidak lengkap, jika semua warga Desa Bunder belum mengikuti acara ini, mangkanya saya menyempatkan pulang kampung untuk merayakan lebaran di kampung halaman,” tambahnya.

Baca Juga  Warga Desa Dayukidul Kecamatan Kedungadem Keluhkan Galian C

Layaknya di tempat umum, warga yang gembira dan suka cita meraih kemenangan lebaran juga merayakannya dengan menyalakan petasan di area makam. Tujuannya untuk menghilangkan rasa angker dan mistis selama berada di kuburan.

Kemudian, sebelum meninggalkan makam, acara ditutup bersalam salaman (halal bi halal) secara bersambung dengan warga lainnya.

“Ini bertujuan untuk terus mempererat persaudaraan antar sesama warga lainnya, karena momen ini hanya bisa dilihat saat lebaran saja,” pungkasnya

Reporter: Rochman
Editor: Rizky

Teks Foto: Tradisi Lebaran Kuburan di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi.

Loading...
Artikulli paraprakSetelah Bebas, Dua Mucikari Vanessa Angel Ingin Menikah
Artikulli tjetërNekat, Wanita Cantik ini Ajak Pacar berlebaran di Penjara

Tinggalkan Balasan