Unik, Upacara Hari Santri di Bangkalan Pakai Bahasa Madura

39
khidmat, apel besar hari santri di Alun-alun kota Bangakalan.

BANGKALAN, (Kabarjawatimur.com) – Pemerintah Kabupaten Bangkalan menggelar Apel Upacara Hari Santri di Alun-alun Kota Bangkalan, pada Selasa (22/10/2019).

Uniknya, Upacara tak menggunakan Bahasa Indonesia seperti pada umumnya Upacara dilaksanakan, Pemkab Bangkalan memilih menggunakan Bahasa Madura.

“Lapor, Upacara Ampon Lastareh, Laporan lastareh (lapor upacara selesai, laporan selesai),” tegas Pimpinan upacara.

“Pabujer (bubarkan),” saut Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Loading...

Ra Latif sapaan akrabnya mengungkapkan jika dalam rangka melestarikan Bahasa Madura agar para santri muda turut melestarikan bahasa madura.

“Jangan jauh-jauh lah anak saya saja tidak begitu paham bahasa madura,” timpalnya seusai upacara.

Politisi PPP itu menerangkan jika saat ini, bahasa Madura halus mulai luntur dan jarang digunakan dalam aktivitas keseharian. “Jangankan yang bahasa madura yang halus, yang kasar saja anak-anak kecil sudah jarang yang tau,” imbuhnya. (*)

Baca Juga  Meranjau Ribuan Obat, SPG Wanita dan Pacarnya Mengaku Sudah Tiga Kali

Reporter: Eko

Loading...
Berita sebelumya2.802 Santri dan Santriwati Tumplek Blek di Polda Jatim
Berita berikutnyaMiras di Makam Jarak, Dua Pria ini Eksekusi di Jalan Gunungsari

Tinggalkan Balasan