Umroh-Investasi Bodong Diungkap Polisi di Mojokerto

45
Tersangka saat digelandang Polisi.

MOJOKERTO, (Kabarjawatimur.com)- Modus pemberangkatan ibadah umroh dengan biaya murah dan kegiatan usaha investasi bodong diungkap Polisi di Mojokerto. Penipuan itu, total kerugiannya mencapai Rp 1,5 Milyar.

Dari kasus ini, Polres Mojokerto berhasil mengamankan satu orang pelaku bernama M. Nasir.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar menjelaskan, kejadiannya berawal sekitar akhir tahun 2018 saat pelaku menawarkan kepada masyarakat terkait usaha ibadah umroh dengan biaya murah yakni Rp 10 juta perorang dengan keberangkatan ibadah umroh dalam kurun waktu 2 tahun.

Tak hanya itu, sekitar bulan April tahun 2020, pelaku juga mulai menawarkan kepada masyarakat terkait usaha investasi dengan iming-iming keuntungan besar yakni dengan modal minimal Rp. 1 juta, pemodal akan mendapatkan keuntungan sebesar 14% x 15 bulan.

Loading...
Baca Juga  Nelayan Jatim Serukan Dukungan untuk Erick Thohir Pimpin Indonesia

Namun kenyataannya, setelah menerima uang tersebut, pelaku tidak dapat memenuhi janjinya untuk memberangkatkan jamaah umroh maupun memberikan keuntungan pada pemodal usaha investasi.

“Dia (pelaku) tidak dapat mengembalikan uang jamaah umroh dan uang modal investasi karena pelaku menggunakan uang tersebut untuk kepentingan hidup sehari-hari dan habis dipakai dalam aplikasi trading (Hipo),” jelas Apip, Rabu (17/11/2021).

Sementara, jumlah korban yang ikut dalam jamaah umroh dan usaha investasi ini mencapai 200 orang dengan nominal uang yang berbeda, diperkirakan kerugian mencapai Rp 1,5 Milyar.

Selain pelaku, Polres Mojokerto juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa beberapa lembar kwitansi pembayaran serta beberapa lembar surat pernyataan pengembalian uang tanggal 26 April 2021.

Baca Juga  Bakul Bakwan Punya Kerja Sampingan, Membuatnya Ditangkap Polisi

“Perbuatan pelaku telah melanggar pasal 378 dan/atau Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 4 (empat) tahun,” tutup Kapolres. (*)

Reporter: Eko

Loading...
Artikulli paraprakLepas Ekspor Ikan Kering ke Taiwan, Kemendag: Bukti Pemerintah Dukung UMKM Go Global
Artikulli tjetërAAL Kembali Suntikan 188 Vaksin Sinovac Bagi Siswa SMK Al-Fudlola dan Masyarakat Porong

Tinggalkan Balasan