Uang Rp 75.000 Beralih Fungsi, Komoditas Bukan Alat Tukar ?

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Terobosan-terobosan perbankan dalam menciptakan kebangkitan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 kadang kurang tepat sasaran. Hal tersebut seperti yang terjadi saat penerbitan uang Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 tahun.

Selama penerbitan uang Rp. 75.000 saat Kemerdekaan RI ke-75 tahun ditemui adanya kritikan dan juga tangapan positif dari masyarakat. Tangapan kritikan tesebut bermula dari mekanisme pelaksanaan penukaran uang yang terkesan sebagai barang langka.

Selama penukaran uang edisi kemerdekaan RI-75 masyarakat hanya diperbolehkan melakukan penukaran 1 lembar Rp. 75:000 dengan menunjukan KTP.

Dengan penukaran yang dibatasi sehingga timbul kelangkaan, hal tersebut menciptakan nilai tambah atau value dari dari uang itu menjadi menjadi tidak sesuai dengan nilai nominalnya.

Enny Sri Hartati selaku Ekonomi Senior Indef juga mmeberikan kritikan kepada Bank Indonesia serta Mentri Keuangan tentang penerbitan dan daya tukar uang kertas nominal Rp. 75.000.

Loading...

“Dengan adanya penukaran uang di satuan Rp. 75.000 yang terkesan uang langkah tersebut tidak sesuai dengan kondisi Bangsa Indonesia dalam pemulihan perekonomian, selain itu kembali ke fungsi uang adalah sebagai alat tukar bukan sebagai komoditas,” ujarnya, Jum’at (21/8/2020).

Menurut Enny Sri Hartati dari program penukaran uang Rp. 75.000 yang hanya di cetak 75 juta lembar dengan syarat mendapatkan tiap warga yang mempunyai KTP hanya bisa mendapatkan satu lembar, bukanlah suatu terobosan dalam memulihkan perekonomian saat ini.

“Dengan uang edisi khusus dan langkah ini sehingga uang seri Kemerdekaan RI-75 diperjual belikan kepada konsumen (masyarakat) dengan harga yang berlipat dari nominal aslinya, inilah yang saya utarakan bahwa fungsi uang tersebut bukan sebagai alat tukar dan juga tidak sebagai perbaikan ekonomi,” tutupnya. (*)

Reporter: Rusmiyanto

 

Loading...
Berita sebelumyaKakanim Bandung Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H
Berita berikutnyaWihadi Wiyanto: Bareskrim Jangan Setengah Hati Periksa Aparat Imigrasi

Tinggalkan Balasan