Tumpas Narkoba, Polsek Tenggilis Surabaya Hanya Tangkap Pengedar Kecil

201

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Tumpas Narkoba adalah operasi tumpas untuk memberantas tindak pidana penyalahguna Narkotika yang baru saja digelar jajaran Kepolisian di Surabaya, termasuk Polsek Tenggilis Mejoyo.

Namun, dalam operasi tumpas narkoba di Kota Metropolitan sekelas Surabaya ini, anggota Reskrim Polsek Tenggilis hanya memberangus pengedar kecil dengan sedikit barang buktinya.

Pengedar kecil yang ditangkap itu bernama, Edi Santoso (37) warga Jalan Siwalankerto, Surabaya. Dia diamankan petugas di belakang gudang balai RW 05 Kelurahan Siwalankerto.

Polisi yang sudah lebih dulu menyelidiki lokasi langsung menangkap pelaku pada, Jum’at (04/9/2020) lalu berdasarkan laporan dari Masyarakat.

Dari tangan pelaku hanya diamankan barang bukti 4 poket sabu hemat. Dengan rincian, berat 0,44 gram, 0,55 gram, 0,50 gram dan 0,44 gram serta timbangan elektrik.

Baca Juga  Diduga Bagi Kupon Bazar Gratis, Relawan Qosim-Alif Dilaporkan ke Bawaslu Gresik

Kompol Kristiyan Beorbel Martino SH., SIK., MM mengatakan, pelaku berinisial ED ini terlibat peredaran narkoba dan bapak 1 anak diringkus tim anti bandit Polsek Tenggilis Mejoyo dalam razia Tumpas Narkotika.

Loading...

Kuli bangunan ini diamankan petugas di belakang gudang balai RW 05 Kelurahan Siwalankerto Kecamatan Wonocolo Surabaya.

“Disamping menjual, pelaku juga menggunakan narkoba untuk menghilangkan rasa pegal setelah selesai bekerja,” sebut Kristiyan, Sabtu (19/9/2020).

Ditambahkannya, pelaku mulai mengenal narkoba sejak bergaul dengan temannya yang bernama Muafi (M) yang juga sama-sama bekerja sebagai kuli bangunan.

“Keduanya sudah sekitar 8 bulan lalu menggenal narkoba jenis sabu-sabu,” tambah Kristiyan.

Pengakuannya, kedua pelaku ini mengambil barang sabu dari Madura dan ED berperan sebagai kurir dengan imbalannya pelaku di berikan barang berupa sabu-sabu siap pakai oleh M.

Baca Juga  Aduh! Mau Diperiksa Lurah Petamburan Jakarta Positif Covid

Saat ini M masih belum dapat dibekuk oleh Polisi dan hanya ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang), untuk ditangkap.

Akibat perbuatannya pelaku akan dijerat pasal 112 ( ayat ), 114(ayat 1 ), 132 ( 1) UURI No. 35 tahun 2009 dan sudah dijebloskan kedalam penjara.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan