Tren Positif Covid-19 di Jember Naik

47
RDP penanganan Covid-19 di DPRD Kabupaten Jember.

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – 
Tren jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Jember menunjukan peningkatan. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, sebanyak 1.717 kasus positif Covid-19 tercatat hingga hari Rabu (18/11/2020).

Kasus positif Covid-19 peningkatkatan tajam dalam dua hari terakhir. Tercatat 60 kasus positif Covid-19 baru di Jember pada Rabu (18/11/2020). Lalu, 33 kasus positif Covid-19 baru pada Selasa (17/11/2020).

“Jember menjadi kasus tertinggi di Jawa Timur,” kata Ketua Komisi D DPRD Jember M Hafidi dalam rapat dengar pendapat dengan BPBD Jember dan tiga rumah sakit daerah,” Rabu (18/11/2020).

Sementara itu, Sekretaris Satgas Covid-19 M Satuki menjelaskan alasan temuan 60 kasus positif Covid-19 dalam sehari di Jember.
Penyebabnya semakin banyak warga yang menjalani tes swab (usap).

Baca Juga  Bupati Jember Minta Semua OPD Bergerak Demi Wujudkan KLA

“Akhir-akhir ini karena banyak yang tes swab, akhirnya ketemu,” jelas Satuki dalam rapat dengar pendapat.

Plt Kepala BPBD Jember itu menjelaskan, ada banyak kasus positif Covid-19 yang tak terdeteksi karena penderita masuk kategori tanpa gejala.

Loading...

“Kemarin ada yang penelitian, dari 100 orang yang diperiksa, anak jalanan yang di daerah kampus, ada tujuh yang positif,” terang dia.

Pasien positif Covid-19 itu, kata dia, terlihat dalam kondisi baik. Namun ternyata mengidap Covid-19.

”Kalau kita rajin tes swab, banyak yang ketemu Covid-19,” ucap dia.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang mulai berkerumun dan menggelar acara seolah kasus Covid-19 telah reda. Padahal, kasus positif terus bertambah setiap hari.

Baca Juga  Sejumlah Tokoh Bahas Rancangan UU Anti Islamphobia

“Peran media sangat penting untuk memberikan kesadaran masyarakat,” jelas Satuki.

Rapat dengar pendapat antara DPRD Jember, BPBD, dan tiga rumah sakit daerah, membahas antisipasi yang disiapkan menahan lonjakan kasus Covid-19.

DPRD menanyakan kesiapan BPBD dan rumah sakit untuk menekan lonjakan kasus Covid-19. Sebab, BPBD dan rumah sakit bakal kewalahan kalau kasus Covid-19 terus meningkat.

Salah satunya, persediaan ruang isolasi untuk merawat pasien positif Covid-19. BPBD dan rumah sakit daerah pun diminta bersiaga menghadapi itu. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakSengkarut Penyaluran BPNT di Desa Bayu Songgon: BTN Hingga PKH Pandai Berdalih
Artikulli tjetërHari Ini Ribuan Buruh Serbu Kota Surabaya, Tiga Tempat Akan Jadi Jujukan

Tinggalkan Balasan