TRC PPA Dampingi Gadis Cantik yang Diduga Ditelantarkan Orang Tuanya

12
Ketua TRC PPA, Veri Kurniawan (kanan) saat mendampingi Bunga. (istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Bunga (nama samaran), seorang gadis berusia 15 tahun harus mendapat perlakuan yang berbeda dengan teman sebayanya. Ya, dia diduga telah ditelantarkan oleh orang tuanya.

Atas dasar itulah, Tim Reaksi Cepat Perempuan dan Anak (TRC PPA) Banyuwangi mendampingi Bunga. Apalagi dia putus sekolah.

Ketua TRC PPA Banyuwangi, Veri Kurniawan menceritakan, Bunga adalah anak ke dua dari tiga bersaudara yang tidak memiliki ibu (meninggal) dan ayah kandungnya menikah yang bertempat di luar Banyuwangi.

Seperti yang diutarakan oleh Bunga saat ditemui TRC PPA Banyuwangi di salah satu Taman Kota, ia menjelaskan bahwa dirinya kabur dari tempat ayah kandungnya yang berada di luar kota karena ayahnya tidak perhatian

“Saya kabur sudah dua kali ini mas. Dulu saya kabur dari ayah dan saya ke Banyuwangi menemui kakak kandung saya dan tinggal ikut saudara dari ibu saya. Awalnya saya kabur saya tidak dicari oleh ayah saya, kemudian kakak saya telepon ayah memberi tahu kalau saya ada di Banyuwangi,” ucap Bunga.

Baca Juga  Jurnalis Masduki Bakal Sumbangkan Gajinya Bila Terpilih Jadi Kades

Setelah itu, lanjut Bunga ayahnya datang ke Banyuwangi untuk menjemputnya, dan dia ikut ke rumah ayahnya yang ada di luar kota Banyuwangi.

Namun dapat berapa bulan lagi, dirinya kabur lagi karena tidak betah dan akhirnya, dia kembali ke Banyuwangi lagi hingga sekarang.

“Saya sekarang umur 15 tahun, dan terakhir sekolah saya kelas 6 SD. Saya ikut saudara dan disitu saya bantu jaga warung karena yang saya ikuti buka warung di LCM,” cetusnya.

Loading...

“Untuk uang saya dikasih saat warung ramai saja, dan saya juga buruh cuci baju. Beberapa hari lalu, saya dengar perkataan dari anak saudara saya yang punya warung untuk mengusir saya dari tempatnya,” imbuhnya.

Menanggapi aduan yang diterima, Veri Kurniawan dan Tim segera respon dan menemui Bunga, pihaknya sangat miris melihat nasib Bunga ini, ia putus sekolah dari kelas 6 SD. Karena, masih Veri adalah dampak dari orang tua yang kurang perhatian.

Baca Juga  Kenang Jasa Pahlawan, Jajaran Kanimsus Surabaya Tabur Bunga

“Saya bersama tim TRC PPA Banyuwangi sudah langsung berkordinasi dengan pihak Kemensos yang ada di Kabupaten Banyuwangi seketika itu juga, dan alhamdulilah responnya baik dan akan bekerja sama dengan TRC PPA untuk mengawal persoalan ini,” ujarnya.

Masih Veri, Bunga ini ingin melanjutkan pendidikannya lagi, ia ingin membanggakan almarhumah ibunya. TRC PPA akan dampingi Bunga sampai ia mendapatkan haknya sebagai anak yang dilindungi oleh Undang-Undang dan Negara ini.

“Semoga seluruh lapisan masyarakat bisa bekerja sama dengan TRC PPA dan pihak Pemerintahan untuk menangani persoalan anak yang ada di Indonesia, terkhusus di Banyuwangi, dan tidak lupa, peran media sangat besar untuk mengawal persoalan anak dibawah umur. Negara dan kualitas hukum dalam suatu Negara bisa dilihat dari bagaimana cara melindungi anak – anak yang notabene adalah sebagai generasi bangsa,” pungkas Veri. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Berita sebelumyaPolisi Kembali Grebek Kamar Kos, Amankan Satu Pria Didalamnya
Berita berikutnyaPerkuat Tradisi Literasi, PCNU Jember Bentuk Kader Penulis

Tinggalkan Balasan