Tradisi Warga Jember Sambut Bulan Ramadhan ‘Ater-Ater’ Nasi Putih Biru

48

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Setiap daerah mempunyai adat istiadat tersendiri saat sambut datangnya bulan suci Ramadhan. Seperti kebiasaan warga di Tanoker, Desa Ledokombo, Kecamatan Ledokombo. Mereka menyambut awal Ramadan 1443 dengan melakukan tradisi berbagi makanan.

Tradisi yang disebut ‘Ater-Ater’ itu umum dilakukan karena penuh makna untuk menyambut Ramadhan dan bentuk perhatian terhadap sesama.

Namun menu kuliner yang dibagikan berbeda pada umumnya. Warga setempat membuat berwarna. Yakni nasi Putih Biru yang disebut Sego Perubahan.

Nasi berwarna putih biru itu, dimaknai juga sebagai doa. Dengan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir. Juga Ramadan tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya.

“Menjelang puasa ramadan, kami biasa melakukan tradisi ater-ater (mengantar makanan) di lingkungan sekitar. Tapi tidak seperti umumnya, menu makanan kami kali ini adalah Nasi putih biru. Bahasa Maduranya itu Nase’ Poteh Biru yang memiliki makna perubahan,” kata Pegiat Kuliner Sehat Alami Desa Ledokombo Juana saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, Sabtu (2/4/2022).

Baca Juga  Sambil Bawa Kambing, Aliansi WC Gresik Desak Oknum DPRD Terlibat Pernikahan Nyeleneh Ditindak Tegas

Juana menjelaskan, nasi yang memiliki makna perubahan itu. Sebuah bentuk kuliner berbeda, dengan bahan nasi yang biasanya berwarna putih berubah menjadi warna biru.

“Karena nasinya disepuh dengan pewarna alami dari pekarangan Tanoker, pakai Bunga Telang yang tumbuh subur dan indah dipandang. Juga bermanfaat untuk kulineran,” katanya.

Loading...

“Bunga itu tumbuh subur dan bisa jadi kuliner, baik itu untuk kue ataupun minuman, tidak hanya nasi saja,” sambung wanita yang juga mantan pekerja migran di Malaysia dan Arab Saudi itu.

Nasi putih biru itu, lanjutnya, sengaja disiapkan dan disajikan sebagai tradisi ater-ater.

Juga sebagai makna sambung silaturahmi dengan perangkat desa, pemimpin agama, tokoh-tokoh masyarakat dan pemimpin kaum pemuda di desa setempat.

Baca Juga  Bupati Jember Minta Semua OPD Bergerak Demi Wujudkan KLA

“Karena mereka sebagai agen perubahan, juga (dinilai memiliki) partisipasi aktif dan bermakna bagi warga. Terlebih lagi teriring doa untuk pandemi Covid-19 agar segera berakhir di Ramadan ini,” kata Inisiator Kelompok Belajar Tanoker Farha Ciciek saat dikonfirmasi terpisah.

Wanita yang akrab dipanggil Cici ini menyampaikan, melalui kegiatan berbagi makanan yang akrab disebut ater-ater ini.

“Juga sebagai menu inovatif lebih sehat dan memiliki nilai keunikan sebagai nilai tambah. Dengan harapan di desa dan kecamatan kami lebih peduli terhadap kekuatan positif yang muncul dari dapur. Dapur komunitas ibu, anak-anak, dan remaja dengan semangat perubahan,” katanya.

Perlu diketahui, untuk menu Nasi Putih Biru terdiri dari Nasi biru, Telur biru, Tahu telur, Pecel sayur mayur, Ayam kampung suwir,
Krupuk udang, yang warna birunya disepuh dengan Bunga Telang, termasuk juga Agar-agar. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Artikulli paraprakPolsek Gubeng Amankan Puluhan Remaja Tarung Sarung
Artikulli tjetërAgar Lebih Percaya Diri Saat Berhijab, Ikuti 8 Tips Berikut!

Tinggalkan Balasan