TKSK Songgon Sebut Bahwa di Desa Bayu Hanya 1 Agen Pencairan BPNT

116
Petugas saat akan mencairkan Progaram BPNT di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi. (istimewa)

BANYUWANGI, (Kabarjawatimur.com) – Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Songgon menyebutkan bahwa agen resmi yang menyalurkan Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi hanya satu agen saja.

“Iya mas benar, agennya disana (Desa Bayu, red) hanya satu milik bapak Indro yakni Toko Sri Bayu,” kata Ratna Andini, Senin (16/11/2020).

Namun yang terjadi di Desa Bayu, Kecamatan Songgon itu diduga tidak menyalurkan dari agen resmi melainkan dari BUMDes setempat. Padahal, pencairan BPNT yang dikelola BUMDes itu tidak memiliki mesin EDC.

Sekedar diketahui, sesuai surat Bank BTN No 542/S/BWI.III/BCFU/IX/2020, tertanggal 11 September 2020, disebutkan bahwa mulai bulan September 2020 dan seterusnya penyaluran bahan pangan BPNT hanya bisa dilakukan melalui E Wallet dan mesin EDC Bank BTN.

Menanggapi hal tersebut, Ratna sudah berulangkali mensosialisasikan kebijakan soal agen Bank BTN itu kepada warga. Terlebih, pihaknya sudah memberikan himbauan kepada penyalur BPNT di Desa Bayu.

“Kami sudah memberikan himbauan sebelumnya,” ujarnya.

Berbeda ucapan dengan petugas TKSK Kecamatan Songgon. Melalui Bendahara BUMDes Desa Bayu, Sri mengaku bahwa pencairan BPNT di Desanya melalui agen BTN. Sayangnya, kepada siapa Program BPNT itu dicairkan, Sri tidak bisa menyebutkan nama agen yang selama ini ia gunakan. Meski di Desanya terdapat agen.

Loading...

“Dari agen BTN, untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi TKSK,” ucap Sri dengan enteng.

Diberitakan sebelumnya, di Desa Bayu sebelumnya sudah memiliki agen resmi BTN Toko Sri bayu. Namun untuk penyaluran BPNT bulan November 2020 kali ini tidak lagi menyalurkannya, terlebih KPM yang ada di wilayah setempat menyalurkan melalui BUMDes setempat.

Padahal, seperti diketahui, semua agen BPNT di Bumi Blambangan mempunyai sebuah mesin EDC yang sebelumnya sudah diajukan kepada Bank BTN. Mesin EDC adalah alat transaksi pencairan bantuan bahan pangan BPNT.

“Kami sebagai agen resmi yang ngambil hanya 73 KPM saja. Sisanya mengambil diluar agen. Padahal ada sekitar 993 KPM yang terdaftar,” ucap Indro, agen BTN setempat.

Informasi yang beredar bahwa penyaluran BPNT itu diduga melalui BUMDes. Bahkan, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) setempat diduga mengarahkan para KPM melalui ketua kelompok supaya mencairkan di BUMDes. Padahal, BUMDes Desa Bayu, Songgon tidak memiliki mesin EDC.

“Sesuai pedum BUMDes kan tidak boleh menjadi penyalur BPNT/BSP. Dan kejadian ini sudah saya sampaikan ke TKSK dan Bank BTN,” ungkapnya.

Indro berharap, jika penyaluran BPNT di wilayahnya harus sesuai dengan aturan yang berlaku. “Jadi hanya agen resmi yang bisa menyalurkan,” tegasnya. (*)

Reporter: Rochman

Loading...
Artikulli paraprakPolisi ini Diduga Rampas Mobil, Kasi Propam: Dia Dikenal Nakal
Artikulli tjetër11. 208 Orang Tahun ini Masuk Bintara Polri

Tinggalkan Balasan