Tipu Via Online, Tiga Pelaku Dibekuk Polda Jatim

35

SURABAYA (kabarjawatimur.com) – Subdit II Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil menangkap 3 orang pelaku tindak pidana penipuan secara online.

Ketiganya adalah Zainuddin (38) asal Jalan Menteng Blok M Gang IV Nomor 8 RT 6 RW 7 Kelurahan Lagoa Jakarta Utara, Zuhri Mairida (25) asal Gampong Nigan Desa Nigan Kecamatan Seunagan Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Dan Indriana alias Debby Larasati alias Grace Amalia (41) asal Jalan Jati IX RT 3 RW 9 Kelurahan Sungai bambu kecamatan kecamatan Tanjung Priuk Jakarta.

Dua orang tersangka, yakni Zainudin dan Zuhri telah menipu dengan membuat sebuah website seolah perusahaan. Awalnya, pada tanggal 18 Juli 2016 korban yang merupakan purchasing CV. Duta Persada Indonesia mencari penjual pipa tembaga merk Kembla untuk memenuhi kebutuhan proyek perusahaan.

Setelah melakukan browsing, korban menemukan salah satu website kedua tersangka dengan nama perusahaan CV. Toko Baja Indonesia. Kemudian pada tanggal 22 Juli 2016.

Korban melalui Direkturnya Imam Sayuto Kuncoroyakti melakukan konfirmasi pembayaran dan tersangka berjanji bahwa barang akan dikirim pada tanggal 23 juli 2016. Namun sampai dengan saat ini barang yang dipesan oleh korban belum juga dikirim.

Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jatim, AKBP EKo Hengky menjelaskan,
modus operandi tersangka Z (Zainudin) membuat beberapa website dan blog yang seolah-olah merupakan website sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan besi, baja dan tembaga.

Baca Juga  Kedekatan Hubungan Jokowi dengan Erick Thohir Sinyal Kuat Pilpres 2024

“Untuk melancarkan aksinya tersangka mengiklankan website-website yang telah dibuat dengan menjadi anggota prioritas atau berbayar di beberapa jasa periklanan, antara lain Network dan Indotrading”,kata AKBP EKo Hengky kepada kabarjawatimur.com, Senin (05/11/2016).

Pada website tersebut, selain berisi gambar besi dan baja, tersangka juga mencantumkan alamat Email, nomor telepon dan nomor rekening untuk menyakinkan para calon korban.

Loading...

Sementara untuk tersangka Indriana, ia menipu dengan menjual cairan mercury. Mulanya, Indri menelepon Ninik Hermawan dan mengatakan bahwa barang dari Mister Rashfur Hiden telah sampai dan meminta korban untuk membayar biaya administrasi sebesar Rp. 25 juta.

Uang tersebut bertahap, pertama dikirim ke rekening Bank Mega atas nama Indriana, kemudian tahap kedua sebesar Rp. 50 juta, dikirim ke rekening BNI atas nama Dewi Larasati dengan alasan untuk mengurus karena ada masalah di bandara.

Selanjutnya tersangka menelpon kembali Ninik untuk mengajak bertemu di hotel Ibis Arcadia Jakarta. Setelah bertemu di hotel tersebut tersangka membawakan sebuah koper yang isinya uang dan kertas.

Baca Juga  Maksimalkan DBHCHT, Bupati Hendy Segera Bangun Sentra Industri Tembakau Jember

“Tersangka memberikan 2 lembar uang Dollar dan mempraktekkan cara membersihkan uang dengan cairan Mercury ditemani dengan Yani Triningsih”, ujar AKBP Festo Ari Permana, Kasubdit Idik II Cyber Crime Polda Jatim.

Setelah mempraktekkan dan meyakinkan Ninik, tersangka meminta Ninik sang korban untuk pulang. Namun setelah itu tersangka berkomunikasi melalui telepon dan berkata bahwa cairan Mercury untuk membersihkan uang tersebut harus diinkubasi dan juga harus membayar uang Rp. 150 juta yang dikirim ke rekening atas nama Grace Amalia.

“Terakhir tersangka menelepon kembali Saudari Nani Hermawan dan meminta uang sejumlah Rp. 160 juta dikirim ke rekening Bank BNI atas nama Grace Amalia untuk membeli cairan Mercury yang baru, karena yang lama kualitasnya jelek,” tutup Festo.

Untuk mempertanggung jawabkan peebuatannya, ketiga tersangka kini dijerat dengan Pasal 28 ayat (1) Junto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Penulis: Ekoyono, Editor: Budi, Publisher: Gunawan

Loading...
Artikulli paraprakTekan Pencurian Listrik, PLN Distribusi Jatim Gandeng MUI Jatim
Artikulli tjetërDaihatsu Ayla Posisikan 70% Pasar Community dan Keluarga

Tinggalkan Balasan