Tingkatkan Pengawasan WNA, TIMPORA Surabaya Gelar Rapat Koordinasi

81
Imigrasi Surabaya
Fajar Maula, Kabid Intelijen dan Penindakan Keimigrasian membuka rakor Timpora di Hotel Sheraton, Surabaya.

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)-Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Surabaya menggelar rapat koordinasi (rakor) di Hotel Sheraton, Jl Embong Malang, Surabaya, Kamis (4/11/2021).

Rapat ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Indonesia khususnya Kota Surabaya, sekaligus bersinergi antar anggota Timpora dalam melakukan kolaborasi.

Kepala Seksi Intelijen Keimigrasian Surabaya, Ivan Ramos turut menjelaskan pentingnya Timpora ini dengan aktifitas dari WNA.

“Ini menjadi salah satu cara melindungi Indonesia dari ancaman narkoba, manusia, dan ideologi yang tidak diharapkan.” kata Ivan.

Ivan juga menjelaskan, bahwa setiap orang asing yang melakukan perubahan baik Alamat, Status, dan lain-lain harus wajib melaporkan kepada keimigrasian serta memperlihatkan dokumen perjalanannya kepada petugas.

Selain itu, Imigrasi telah membentuk 3 filter dalam pengawasan WNA, yakni Filter pertama adalah permohonan visa yang tidak lagi di kedutaan besar luar negeri, namun sudah bisa dilakukan melalui e-visa. Filter kedua adalah sistem cekal di laut dan darat untuk orang asing yang keluar masuk Indonesia tanpa izin. Filter ketiga adalah baik izin tinggal atau perpanjangan izin tinggal harus melapor kepada keimigrasian.

Loading...
Baca Juga  Pemotor Tiba Tiba Terjatuh dan Meninggal Dunia

“sudah ada aplikasi APOA yang mencakup data dan identitas orang asing. Perlu dikuatkan lagi untuk bersinergi dan kerja sama dalam mengawasi orang asing. Timpora ini digalangkan dan kita masukkan juga operasi gabungan jika ditemukan tindak pidana, maka prosesnya tidak di imigrasi namun ke intansi yg berwenang.” jelas Ivan.

Ivan juga terus menegaskan bahwa WNA yang berniat masuk ke Indonesia harus sudah di Vaksin, Swab PCR dan bebas Covid-19. Tak lupa, ia juga mengingatkan bahwa WNA harus mematuhi peraturan yang sudah dientukan oleh keimigrasian, mengingat sudah ada 13 WNA yang di deportasi karena pelanggaran seperti Over stay dan sebagainya.

Sementara itu, Kepala bidang pelayanan perizinan dan non perizinan, Hefli Syaefuddin Madjid menyampaikan sudah ada dua aplikasi untuk tenaga kerja asing yakni OSS berbasis resiko dan SSW ALFA yang telah melayani sejumlah tenaga kerja asing.

Baca Juga  Wisata Edukasi Kalitengah, Ciptakan Interpreneur Lamongan

“Ini adalah legalitas dari perusahaan yang dulunya jadi satu dan namanya adalah LIB.” ujar Hefli.

Acara ini dihadiri oleh 62 hadirin undangan dari Berbagai Kepala dinas, Berbagai Komandan Rayon Militer, Berbagai Kepala kepolisian, dan Camat dari Berbagai Wilayah. Acara ini di gelar dengan Protokol Kesehatan (Prokes) yang cukup ketat mengingat saat ini masih dalam masa Pandemi Covid-19. (*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Artikulli paraprakCuri Motor Bawa Mobil, Pelakunya Ternyata Residivis
Artikulli tjetërGudang Piala Terbakar, Ada Suara Ledakan Sebelum Api Muncul

Tinggalkan Balasan