Tingkatkan Aset Kesejahteraan Masyarakat, Pemkot Surabaya Berdayakan Nelayan Jadi Petani

24

SURABAYA (Kabarjawatimur.com)- Terus berupaya dalam mengembangkan aset kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana untuk memberdayakan nelayan menjadi petani demi kesejahteraan keluarga mereka.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Yuniarto Herlambang mengatakan, pihaknya berencana memanfaatkan beberapa lahan aset yang dimiliki pemkot untuk pertanian. Nantinya, para nelayan yang bakal mengerjakan lahan-lahan tersebut.

“Jadi mereka para nelayan nanti kerjanya cuma tiga hari. Selebihnya mereka tetap mencari ikan di laut seperti biasanya. Jadi, dia nanti akan bekerja di titik-titik pemanfaatan lahan-lahan (pertanian) itu,” kata Herlambang saat dihubungi, Senin (8/11/2021).

Ia juga menyampaikan, bahwa rencana pemberdayaan ini sudah sesuai dengan arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang mengingikan kesejahteraan masyarakatnya yang nantinya mereka juga akan membantu teman-teman DKPP menggarap lahan-lahan pertanian.

Baca Juga  Warga Antusias, BINDA Jatim Bersama Dinkes Bojonegoro Gelar Vaksinasi

Saat ini, Herlambang mengaku, masih menyosialisasikan program pemberdayaan tersebut kepada seluruh kelompok nelayan yang ada di pesisir Surabaya. Para nelayan ini diberi pemahaman tentang masing-masing tugas yang akan dilaksanakan.

“Kita sambil nunggu APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2022 disahkan. Kalau sudah disahkan, langsung kita jalankan. Uji cobanya di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) ini kita lihat. Mudah-mudahan berjalan,” ujarnya.

Loading...

Saat ini, Herlambang mengaku, masih menyosialisasikan program pemberdayaan tersebut kepada seluruh kelompok nelayan yang ada di pesisir Surabaya. Para nelayan ini diberi pemahaman tentang masing-masing tugas yang akan dilaksanakan.

“Kita sambil nunggu APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) 2022 disahkan. Kalau sudah disahkan, langsung kita jalankan. Uji cobanya di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) ini kita lihat. Mudah-mudahan berjalan,” ujarnya.

Baca Juga  Selain Barbershop, Pria ini Juga Punya Kerja Sampingan

Herlambang menyebut, untuk tahap awal, pihaknya akan menggandeng sekitar 550 nelayan. Para nelayan ini tersebar di sembilan kecamatan yang ada di wilayah pesisir Kota Surabaya.

“Ada sembilan kecamatan yang punya nelayan. Mulai Kecamatan Romokalisari hingga Gunung Anyar wilayah pesisir semuanya. Tapi nanti kerjanya tidak di pesisir saja,” tuturnya.

Pihaknya berharap, melalui program pemberdayaan itu, kesejahteraan para nelayan di Kota Surabaya lebih meningkat. Sehingga, selain mereka mendapatkan penghasilan dari mencari ikan di laut, mereka juga ada pendapatan di darat.

“Rencana kami para nelayan ini kerjanya nanti 3 hari di darat dan sisanya mereka tetap menjadi nelayan. Kita masih koordinasikan dengan teman-teman kelompok nelayan,” pungkas dia.(*)

Reporter : Gita Tamarin

Loading...
Artikulli paraprakWabup Gresik Ajak Kader Bangga Kencana Tanggulangi Stunting
Artikulli tjetërOJK Bersama Komite IV DPD RI, Bahas Kendala Pemberantasan Pinjol Ilegal

Tinggalkan Balasan