Tim NIAT Klarifikasi Tudingan Kampanye di Mushola, Ternyata Milik Pribadi Gus Yani

67
Jubir Paslon Niat H Sururi saat disumpah dan memberikan klarifikasi di kantor Bawaslu Gresik.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Pasca beredarnya video tim pasangan calon (paslon) Fandi Akhmad Yani – Aminatun Habibah (Niat) bertemu sejumlah orang di sebuah mushola yang dituding relawan QA melakukan kampanye, Bawaslu Gresik akhirnya memanggil tim Niat untuk memberikan klarifikasi.

Jubir Niat H Sururi didampingi Ketua Harian Tim Advokasi Irfan Choirie, akhirnya disumpah di bawah Al Quran. Di hadapan divisi pengawasan Bawaslu Gresik, Sururi berkata bika kegiatan di mushola tersebut bukan kampanye. Melainkan acara doa bersama.

“Saya tegaskan tidak ada kampanye di situ. Itu acara doa bersma alumni Ponpes Tebuireng yanv berada di barisan Niat,” ujar Sururi, Kamis (29/10/2020).

Dia menjelaskan, ketika sambutan pihaknya menyampaikan kepada Gus Fahmi (kiai di Ponpes Tebuireng) yang kala itu hadir. Yang mana para alumni yang mendukung Gus Yani, karena kebetulan banyak dukungan dari kiai dan santri.

“Banyak teman-teman alumni ponpes Tebuireng yang mendukung paslon Niat karena selain manut kiai, visi misi Niat programnya peduli kepada pesantren dan agama,” ujar Ketua Pergunu Jawa Timur ini.

Loading...

Sementara, Ketua Harian tim Advokat Niat, Irfan Choiri menuturkan bila mushola yang dituduhkan relawan QA itu merupakan mushola milik pribadi di rumah Gus Yani. Bukan mushola umum di kampung maupun perumahan.

“Mushola itu ada di dalam rumahnya Gus Yani. Jadi yang biasa beribadah disitu kalau bukan keluarganya Gus Yani ya tamunya,” tegasnya.

Masih menurut Irfan, Mushola yang dipersoalkan itu juga berlokasi di posko pemenangan paslon Niat di desa Srembi, Kecamatan Kebomas. Sehingga Mushola itu bagian dari fasilitas tim pemenangan Niat.

“Karena itu, acara yang dipimpin oleh H. Sururi tidak menggunakan tempat ibadah sebagai fasilitas umum tetapi fasilitas pribadi,” bebernya.

Sementara saat dikonfirmasi Ketua Bawaslu Gresik, Imron Rosyadi mengatakan bahwa temuan video yang beredar itu masih berupa duga’an di tempat ibadah. Karena itu pihaknya akan melakukan investigasi nantinya.

“Karena masih duga’an maka harus dilakukan investigasi. Dari sini nanti kami putuskan lewat pleno. Termasuk definisi tempat ibadah yang dimaksud sebagai fasilitas umum sesuai UU nomer 10 tahun 2016 akan kami lakukan kajian-kajian,” tandasnya. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan