Tiga Tersangka Kasus Pernikahan Manusia dan Domba Telah Ditahan, Tinggal Satu Tersangka Anggota Dewan Nasdem

13
Para tersangka kasus penistaan agama saat hadir di kantor MUI Gresik

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Satreskrim Polres Gresik menahan satu lagi tersangka kasus penistaan agama “ritual pernikahan manusia dengan domba’ atas nama Sutrisna alias Krisna yang berperan sebagai penghulu, pada Senin (18/7/2022).

Hingga kini sudah ada tiga tersangka yang telah dijebloskan ke dalam tahanan Mapolres Gresik. Sementara satu tersangka lagi yakni Nur Hudi Didin Ariyanto anggota Fraksi Nasdem DPRD Gresik yang menyediakan tempat ritual nyeleneh belum ditahan.

Kapolres Gresik AKBP Moch Nur Azis melalui Kasatreskrim Iptu Wahyu Rizki Saputro mengatakan, penahanan terhadap tersangka Sutrisna dilakukan pada Sabtu (16/7/2022) malam setelah diperiksa dalam kapasitas sebagai tersangka.

“Setelah pemeriksaan tersangka langsung ditahan. Sedangkan tersangka Nur Hudi tidak datang,” kata Wahyu.

Loading...
Baca Juga  Polisi Tangkap Kawanan Pencuri Sepeda Motor di Bangkalan

Dalam dugaan kasus penistaan agama, penyidik Polres Gresik telah menetapkan empat orang tersangka yaitu Arif Saifullah, Saiful Arif, Sutrisna dan Nur Hudi Didin Arianto anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Gresik.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 45a ayat 2 Undang-undang ITE, juncot Pasal 156a KUHP juncto Pasal 55 KUHP.

Sementara Nur Hudi Didin Arianto saat dihubungi melalui telepon selulernya tidak menjawab. Padahal terdengar nada sambung.

Diketahui, di Pesanggerahan Keramat Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, milik Nur Hudi Didin Ariyanto yang juga anggota Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Gresik diadakan acara ngunduh matu pernikahan manusia laki-laki dengan seeokor domba betina, pada Minggu (5/6/2022). Dalam rangkaian pernikahannya menggunakan ajaran agama Islam. (*)

Baca Juga  Sembunyikan Barang Dalam Kamar Kost, Pria ini Terpaksa Berurusan dengan Polisi

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakKapolsek dan PJU Jajaran Polres Sampang di Mutasi
Artikulli tjetërPenjaringan Bibit Atlit Bojonegoro Melalui Program K’POB

Tinggalkan Balasan