Tiga Awas Kluster, Pesan Jokowi dalam Sinergitas Tiga Pilar Jelang Pilkada

50
Apel Dansat di Kodam V Brawijaya, Surabaya

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Apel Dansat TNI Angkatan Darat (AD) tersebar Kodam V Brawijaya, Tahun Anggaran (TA) 2020, digelar pada, Rabu (9/9/2020), di Balai Prajurit Kodam V Brawijaya.

Kegiatan ini menjadi bagian strategis untuk terus menerus melakukan konsolidasi khususnya di Kodam V Brawijaya. Gubernur dan Kapolda Jatim menjadi satu kesatuan untuk bisa saling mensinergikan seluruh kepemimpinan kolaboratif.

“Sinergitas diantara semua elemen menjadi kebutuhan. Bahwa berbagai dinamika yang harus kita lakukan, antisipasi melalui program-program dan gerakan strategis, membutuhkan kolaborasi semua lini, semua sektor, semua stakeholders,” jelas Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Selain itu, Gubernur juga menyampaikan pesan dari Presiden RI, Joko Widido untuk mengantisipasi penularan Covid-19 di kluster-kluster baru.

“Ada hal yang menjadi pesan pak Presiden, awas kluster keluarga, awas kluster perkantoran dan awas kluster Pilkada. Ini harus kita antisipasi karena ekonomi harus bergerak tetapi proteksi dan perlindungan kesehatan masyarakat juga harus tetap di jaga,” imbuh Khofifah.

Baca Juga  Sukseskan Pilwali, Polisi di Blitar Gelar Doa Bersama

Sinergitas dan soliditas juga di sampaikan oleh Kapolda Jatim, Irjen Pol Dr Mohammad Fadil Imran, pada saat memberikan pemaparan. Pasalnya, saat ini kepemimpinan produktif lebih mengedepankan prinsip-prinsip kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi.

Dalam konteks persoalan yang kita hadapi. Covid-19, Pilkada, gangguan Kamtibmas, kita harus berkolaborasi, kita harus berkomunilasi, kita harus berkomunikasi.

Loading...

Fungsi deteksi atau monitoring kita harus kuat, ketika misalnya ada isue tentang pilkada, isue tentang covid-19, isuetentang liga, dan isue tentang keamanan, kitahanya berfokus kepada penegakan hukum, maka itu akan menjadi persoalan.

“Ini adalah pendekatan-pendekatan pemolisian moderen saat ini,” Sebut Kapolda Jatim.

Kapolda juga menyampaikan, jika kolaborasi bisa dilakukan oleh TNI dengan Polri di tingkat bawah, seperti Kapolsek dengan Danramil, dan Dandim Dengan Kapolres untuk melakukan monitoring dan deteksi, bisa melakukan komunikasi atau sharing informasi.

Baca Juga  Nganggur Karena Pandemi, Pemuda ini Terekam CCTV Curi Beras

“Kolaborasi dan komunikasi serta koordinasi dalam melakukan intervensi. Karena prinsip untuk menghadapi persoalan itu tidak bosa lagi dilakukan secara sendiri-sendiri. Demikian juga persoalan yang kita hadapi itu harus berorientasi kepada pemecahan masalah,” imbuh Irjen Fadil Imran.

Jika ingin menjadi institusi yang dipercaya oleh masyarakat, maka harus melakukan apa yang diharapkan dan apa yang di minta oleh masyarakat.

Petugas harus tampil dan hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan, sahabat serta penolong masyarakat. Dalam situasi pendemi saat ini, kehadiran TNI Polri untuk memberikan pertolongan adalah sesuatu yang di harapkan.

“Kepemimpinan satuan yang unggul terpercaya dan moderen kedepan adalah. Komandan yang mengedepankan, Kolaborasi, Komunikasi, dan Koordinasi,” tutup Fadil Imran.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan