Tiga Anggota Polsek Mulyorejo akan Dipecat, Usai Jalani Kasus Pidana dan Kode Etik

8389
Topi Polisi Ilustrasi

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Meski saat ini ketiga anggota Reskrim Polsek Mulyorejo masih menjalani penyidikan dalam kasus pidana umum, namun dipastikan akan dipecat begitu menjalani sidang kode etik.

Hal tersebut ditegaskan oleh Waka Polrestabes Surabaya AKBP Hartoyo yang menyebut jika apapun hasil dari penyidikan juga sidang kode etik, ketiganya akan dipecat.

Mereka terbukti melanggara kode etik Kepolisian dan juga diketahui positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu.

AKBP Hartoyo mengatakan, jika saat ini kasus tiga anggota Polsek Mulyorejo masih dalam penyidikan pelanggaran pidananya. Nantinya jika pidana selesai mereka akan menjalani kode etik.

“Saat ini masih menjalani penyidikan kasus pidana dan belum selesai, jika sudah selesai akan menjalani sidang kode etik,” sebut AKBP Hartoyo, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga  Mobil dengan Bekas Tembakan Hebohkan Warga Perumdim Jember

Diberitakan sebelumnya, kasus Narkotika menjerat tiga oknum Polisi yang berdinas di Polsek Mulyorejo, Surabaya. Ketiganya, berinisial FA, AN dan LF.

Mereka saat ini sedang menjalani penyidikan sambil menunggu sidang kode etik. Namun keduanya tidak ditahan.

Loading...

“Mereka tidak ditahan namun tetap wajib lapor ke Mapolrestabes Surabaya,” sebut Hartoyo, Rabu (17/6/2020), lalu.

Mantan Wakasat Reskrim Polrestabes Surabaya tahun 2014 silam itu juga mengatakan jika barang bukti sabu yang dipakai keduanya bukan merupakan barang bukti dari pelaku sabu.

Barang yang dipakai keduanya merupakan pembelian baru dan untuk dipakai bersama-sama.

“Kedua anggota tersebut dinyatakan Positif dan diketahui sabu yang dipakainya bukan barang bukti seperti yang diberitakan media sebelumnya,” tambah Hartoyo.

Baca Juga  Diduga Dendam, Pria Banyuwangi Malah Ditebas Pakai Pedang Samurai

AKBP Hartoyo menambahkan, nantimya apapun hasil dari sidang kode etik, sangsi terberat untuk kedua Polisi itu yakni hingga PTDH atau dipecat.

Kasus ini adalah menjadi atensi Kapolri, pimpinan Polrestabes Surabaya setelah keduanya diamankan oleh Propam Polda Jatim.

Hartoyo juga menegaskan jika nantinya, keduanya akan diberhentikan dengan Tidak Dengan Hormat (PTDH) karena telah mencoreng nama baik korps seragam coklat.

“Perintah Kapolri dan Kapolrestabes Surabaya jelas. Proses pidananya dan kode etik dan dipecat,” tutup AKBP Hartoyo. (*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan