Tidak Hanya Banyuwangi, di Madura Juga ada ‘Kembang Endhog’ saat Maulid Nabi

5339
Kembang Endhog dipajang di pelataran rumah warga di Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Sumenep.

SUMENEP, (Kabarjawatimur.com) – Jarak antara Banyuwangi ke Pulau Madura hampir 500 kilometer. Tidak hanya di Banyuwangi saja, namun di Sumenep peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga terdapat ‘Kembang Endhog’.

Kembang Endhog dalam bahasa Indonesia adalah bunga telur. Munculnya tradisi kembang endog sendiri hingga saat ini masih dilestarikan oleh masyarakat suku Osing, Banyuwangi.

Salah satu warga setempat, Suyono (39) mengatakan, tradisi ini setiap tahun digelar di kampung halamannya di Desa Banjar Barat, Kecamatan Gapura, Sumenep.

“Setiap tahun kami bersama warga memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan simbol kembang endhog, seperti yang ada di Banyuwangi,” ujar Suyono, Jum’at (30/10/2020).

Ceritanya, Suyono ini merupakan pria kelahiran Sumenep, Madura yang telah lama menempat di Banyuwangi. Sama seperti di Banyuwangi, kembang endhog dibuat dari bambu yang telah dihiasi dengan kertas. Lalu dirangkai layaknya setangkai bunga, serta diisi sebutir telur. Kemudian ditancapkan pada batang pohon pisang.

Baca Juga  Audiensi dengan Kapolresta, BMB dan Tim Hukum Yusuf-Riza Bahas Postingan FB Eny Laros Setiawati
Loading...

“Kemarin saja membuat 500 buah kembang endhog. Jadi tradisi kembang endog kita bawa ke Madura juga,” ujarnya.

Sekedar diketahui, tradisi kembang endhog ini sebelumnya dicetus oleh tokoh ulama Bumi Blambangan, yakni Kiyai Abdullah Faqih, Cemoro, Songgon, sekitar tahun 1926.

Menurut Kiyai Faqih kembang endhog mempunyai filosofi pada endog atau telur. Pertama, pada kulit telur memiliki makna ke islaman sebagai identitas seorang muslim.

Kedua, putih telur, maknanya ke imanan yang berarti seorang yang beragama Islam harus memiliki keimanan yakni mempercayai dan melaksanakan perintah Allah SWT.

Ketiga, kuning telur memiliki makna keihsanan, dimana seorang Islam yang beriman akan memasrahkan diri dan ikhlas dengan semua ketentuan Allah SWT.

Baca Juga  Serap Aspirasi Warga Gayungan, Blegur Prijanggono Diakui Miliki Kepedulian dan Komitmen

Sebagai informasi, dalam acara peringatan maulid nabi berjalan dengan lancar. Bahkan, warga tetap mematuhi protokol kesehatan. (*)

Reporter: Rochman

Loading...

Tinggalkan Balasan