Tidak Ada Penghasilan Selama Corona, Pekerja Seni di Jombang Demo

65
Aksi demo

JOMBANG, (Kabarjawatimur.com) – Ada suara salon atau sound system gemlegar secara tiba – tiba di depan pendopo Kabupaten Jombang, Senin (20/07/2020). Usut punya usut, adanya sound system tanpa diundang tidak lain adalah bentuk protes dari para pekerja seni karena selama ini tidak diizinkan untuk menyelenggarakan acara hajatan dan hiburan, sehingga mereka kehilangan pendapatan.

Mereka pekerja seni mulai dari tukang rias, hiburan rakyat, penyanyi, tukang terop, tukang sound sistem, mendesak Bupati Jombang, Hj Mundjidah Wahab untuk mengeluarkan Surat Edaran (SE) memperbolehkan acara hajatan tetap dengan memakai protokol kesehatan.

Para pekerja acara hajatan ini mengaku kebingungan karena tak pernah ada bantuan sosial dari pemerintah saat mereka tidak bisa bekerja. Untuk bertahan hidup, mereka harus menguras tabungan hingga menjual barang-barang berharga yang dimiliki.

Baca Juga  Komisi III DPR RI Pantau Pelayanan Hukum Peradilan Jawa Timur
Loading...

“Kami misalnya dari paguyuban sound system sangat terdampak dengan larangan ini. Padahal, kami harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sekolah juga butuh biaya. Semua kami jual demi kebutuhan hidup,” kata koordinator aksi, Muntasir.

“Ini adalah aksi murni dari para pekerja seni, karena menyangkut soal perut dan aksi ini tidak ada unsur politik,” tuturnya.

Sementara, Sholeh pekerja seni yang ikut aksi mengaku kalau para pekerja seni ini sudah tidak kuat menahan kesabaran karena sudah lama tidak mempunyai penghasilan semenjak dilarangnya acara hajatan, disamping itu banyak peralatan sound system rusak dan ada kabel yang dimakan tikus karena tidak pernah di pakai.

Baca Juga  Budayawan Kemiren Dukung Ipuk Teruskan Pengembangan Seni-Budaya Banyuwangi

“Semoga dengan aksi ini, curhatan pekerja seni yang ada di Kabupaten Jombang, bisa mengetuk hati Bupati dan Wakil Bupati,” ungkapnya.

Reporter : Aziz

Loading...

Tinggalkan Balasan