Tertipu Calo Samsat Kedung Cowek Kenjeran, Korban ‘Ngoceh’ di Medsos

5828
Kwitansi yang diterima korban

SURABAYA, (Kabarjawatimur.com) – Berhati-hatilah jika anda mengurus pajak maupun balik nama kendaraan di kantor bersama Samsat Kedung Cowek Kenjeran Surabaya.

Diduga termakan omongan Calo yang masih marak diarea Samsat Kenjeran, pemohon pajak merugi hingga jutaan rupiah akibat ulah Calo ditempat itu.

Meskipun Slogan di Samsat Kedung Cowek banyak tertulis area bebas Pungli dan Calo, namun kenyataannya masih banyak berkeliaran disekitar area parkir dan juga belakang kantor Samsat Kenjeran.

Salah satu wajib pajak yang menjadi korban Calo di Samsat Kedung Cowek adalah Abdul Mujid. Saat itu, Abdul Mujid mengurus biaya balik nama kendaraannya yang bernopol L-9899-BC.

Dirinya berniat melakukan pengurusan sendiri dan pagi-pagi datang ke Samsat Kedung Cowek Surabaya.

“Saya parkir di depan kemudian saya di tawarin tukang parkir mau bantu pengurusan mutasi dan balik nama,” kata Mujid seperti tulisannya yang di upload di media sosial, Sabtu (25/7/2020).

Baca Juga  Nekat, Jambret Beraksi Tarik Tas Didepan Polsek Genteng Surabaya

Awalnya, dirinya tidak mau berhubungan dengan Calo dan berniat mau urus sendiri, kemudian sang Calo bilang hanya 20 ribu aja mas buat makan, akhirnya luluh juga dan Mujid mengiyakan.

Kemudian tukang parkir tersebut lalu mengarahkan ke temannya yang diketahui berinisial NND. Mereka bilang uang 20 ribu akan dibagi dua dan Mujid ikut bersama NND.

Loading...

“Lalu saya diminta formulir 125 ribu dan biaya mutasi 950 ribu. Dengan perjanjian ada kuitansi yang resmi dari Samsat, saya kira ini biaya pembuatan BPKB+STNK baru dan calonya bilang iya itu biaya nya,” tambah Mujid.

Namun setelah semua uang diberikan, apa yang terjadi ternyata dirinya di kasih kwintasi palsu dengan ditulis sendiri oleh si calo NND itu.

Mujid akhirnya mulai curiga dan ketika tanya bagian dalam informasi biayanya ternyata mutasi hanya 250 ribu saja.

Mengetahui Mujid bertanya ke dalam, Calonya marah dan terjadilah cek cok karena Mujid merasa ditipu. Kemudian berdebat dengan Calo dan NND ini lalu mengajak teman-temannya yang diduga semuanya calo.

Baca Juga  Tiga Korban Predator 'Fetish' Lapor Polisi di Surabaya

“Kemudian saya mengalah karena saya juga salah sudah mau dan percaya saja. Seharusnya kena 2.150 ribu menjadi 3.235 ribu untuk ajak, STNK dan Mutasi,” imbuhnya.

Modusnya membantu hanya bayar 20 ribu buat makan. Namun kemudian biaya membengkak dengan jaminan kwintansi resmi dari Samsat ternyata palsu.

Ketika dikonfirmasi, salah satu pegawai Samsat Kedinding Kenjeran Surabaya membenarkan adanya aksi calo tersebut. Bahkan pegawai yang enggan disebutkan namanya itu mengatakan jika saat ini aktivitas calo sudah diperketat dan bahkan tidak ada.

“Iya Mas, laporan tersebut sudah kami dengar dan saat ini ini oknum calo sedang dicari namun belum ketemu. Lebih jelas coba tanya ke Paur ibu Shinta,” jelasnya.(*)

Reporter : Eko

Loading...

Tinggalkan Balasan