Tersangka Pengantin Pria dan Pembuat Konten Manusia Nikahi Domba Telah Ditahan

35
Dua tersangka penistaan agama saat hadir di kantor MUI Gresik untuk bertobat.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Penyidik Satreskrim Polres Gresik akhirnya menahan dua tersangka kasus penistaan agama ‘pernikahan manusia dengan domba’, pada Selasa (12/7/2022) malam. Kedua tersangka tersebut adalah Saiful Arif (pemeran pengantin pria) dan Arif Saifullah (pembuat konten video).

Sementara itu, dua tersangka lainnya yakni Sutrisno alias Krisna (pemeran penghulu) mangkir dari pemanggilan penyidik dengan alasan sakit. Sedangkan Nur Hudi Didin Arianto (penyedia tempat) yang juga anggota Fraksi Nasdem DPRD Gresik akan diperiksa pada Sabtu (16/7/2022).

“Betul dua tersangka sudah kita tahan. Yaitu pembuat konten (video ritual pernikahan manusia dengan domba) dan yang berperan sebagai mempelai pria,” ujar Kasat Reskrim Polres Gresik Iptu Wahyu Rizki Saputra, Rabu (13/7/2022).

Loading...
Baca Juga  Andikpas Jatim Dapat Remisi Hari Anak Nasional 2022

Dalam kasus ini para tersangka dijerat Pasal 45a ayat 2 Undang-undang ITE, juncto Pasal 156a KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Yang berbunyi setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Seperti diberitakan sebelumnya, ritual pernikahan manusia dan domba yang digelar di Pesanggrahan Keramat Ki Ageng, Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng, Gresik milik Nur Hudi Didin Ariyanto (anggota Fraksi Nasdem DPRD Gresik) pada Minggu (5/6/2022) mendadak viral setelah videonya tersebar di media sosial.

Baca Juga  Abdul Halim Terpilih Sebagai Ketua IKA UTM Periode 2022-2026

Kegiatan itu pun sontak memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Sejumlah elemen masyarakat pun berdemo hingga MUI Gresik pun menyatakan ritual nyeleneh itu sebagai penistaan agama. Disusul kemudian beberapa elemen masyarakat melaporkan kasus ini ke Polres Gresik. (*)

Reporter : Azharil Farich

Loading...
Artikulli paraprakDirlantas Polda dan 12 Kapolres Dilantik Kapolda Jatim
Artikulli tjetërKomisi D Apresiasi Program Beasiswa MBR

Tinggalkan Balasan