Terpilih Secara Aklamasi, Sardjono Jadi Ketua Kadin Gresik

Ketua Kadin Gresik terpilih Sardjono bersama Bupati Gresik Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani dan Ketua Kadin Jatim Adek Dwi Putranto.

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Sardjono akhirnya terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gresik periode 2021-2026 dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) di Hotel Aston Inn Gresik, Rabu (10/2/2021).

Hal ini setelah 30 peserta (anggota Kadin Gresik) yang hadir secara kompak memilih Sardjono sebagai Ketua Kadin Gresik. Kini Sardjono akan meneruskan kepemimpinan Ketua Kadin Gresik sebelumnya Lailatul Qodri.

Dalam sambutannya, Sardjono berkata Kadin Gresik diharapkan mampu bersinergi dengan Pemda Gresik di berbagai sektor, khususnya peningkatan ekonomi. Seperti halnya industri menengah dan besar harus dipertahankan.

“Kalau perlu sektor industri lebih ditingkatkan. Tentunya dengan tidak melupakan pemberdayaan masyarakat,” ungkap Sardjono, Rabu (10/2/2021).

Dia berharap, kepedulian terhadap pengusaha maupun pelaku UMKM makin ditingkatkan produktifitas dan kreatifitasnya. Sehingga nantinya akan terwujud Gresik Baru seperti jargon Bupati Gresik terpilih.

Loading...

“Tentunya kami juga akan menjalankan amanat organisasi sesuaiamanat AD/ART Kadin,” pungkasnya.

Ketua Kadin Jawa Timur Adek Dwi Putranto mengatakan, situasi pandemi berdampak pada perekonomian yang kian menurun. Seperti halnya di Gresik pertumbuhan ekonomi pada triwulan 1 tahun 2020 mengalami minus 4,5 persen.

“Semoga pertumbuhan ekonomi di Gresik bisa cepat pulih. Proyek-proyek APBD maupun APBN cepat berjalan kembali,” paparnya.

Dia pun meminta Ketua Kadin Gresik terpilih memasukkan pengurus yang memiliki asosiasi supaya organisasi berjalan cepat.

Sementara itu, Bupati Gresik terpilih Fandi Akhmad Yani berharap siapapun yang terpilih sebagai Ketua Kadin Gresik yang baru hasil Muskab VII bisa berkolaborasi dengan Pemerintah Gresik.

“Saya harap Kadin Gresik ada kolaborasi satu sama lain. Jangan ada monopoli. Gresik sangat luas, sangat kaya. Mari kita bangun bersama-sama,” ucap Gus Yani.

Gus Yani pun membeberkan, dengan banyaknya potensi di Gresik, mulai dari industri, pelabuhan, pertambangan, dan kekayaan alam lainnya, perlu adanya pengelolaan yang baik. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama dengan Kadin.

“Saya ingin mengutip perkataan Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Penilaian kabupaten maju bukan karena bangunan infrastruktur, melainkan terjalinnya harmonisasi antar semua pihak dan kompenan masyarakat yang ada,” pungkasnya.

Dia pun mencontohkan harmonisasi dengan pondok pesantren (ponpes). Yang mana ponpes selama ini telah melahirkan para santri dan generasi yang memiliki potensi yang luar biasa.

Oleh karena itu, dia pun merasa miris ketika melihat masih banyaknya lulusan SMA maupun SMK yang menganggur. Padahal di Gresik telah berdiri ribuan industri. Hal inilah yang perlu segera dituntaskan.

“Makanya perlu adanya sinergitas dan duduk bareng dengan Kadin untuk bersama-sama menuntaskan persoalan publik ini,” ucapnya.

Gus Yani lalu menyoroti dengan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di Gresik. Dia merasa kaget saat mengetahui kondisi BLK di Gresik yang tidak terawat dan rumputnya tinggi.

“Waktu saya menjabat Ketua DPRD Gresik, saya diundang ke BLK Jalan Pangsud Gresik. Ternyata kondisinya miris rumputnya tinggi bisa dibuat sembunyi saat kamping,” imbuhnya.

Reporter : Azharil Farich

Loading...

Tinggalkan Balasan