Terlibat Prostitusi Online di Hotel, Dua Remaja Cantik dan Satu Pria Remaja di Makassar Ditangkap Polisi

56
Prostitusi Online di Makassar

MAKASSAR, (Kabarjawatimur.com) – Dua perempuan remaja berusia 16 dan 19 tahun di kota Makassar, Sulsel diamankan anggota Timsus Polsek Ujung Pandang, di Jl. Sultan Abdullah II, pada Sabtu (23/11/2019) kemarin.

Kedua perempuan cantik FA (16) dan MN (19) ditangkap bersama rekannya MAR (19) yang diduga merupakan Mucikari atau Germo. Ketiganya terbukti terlibat prostitusi online di Hotel Golden Tulip, Jl. Sultan Hasanuddin.

Kapolsek Ujung Pandang, Kompol. Wahyu Basuki mengungkapkan pihaknya mengamankan ketiga pelaku setelah menerima laporan tindakan penganiayaan yang terjadi di Hotel itu.

Remaja wanita yang beprofesi sebagai Sales Promotion Girls (SPG) dan satu masih bersatatus sebagai pelajar itu ditangkap bersama pria berinisil MAR yang kerap mendapatkan imbalan setiap kali kedua perempuan cantik itu berkencan.

Baca Juga  Sadis! Pemuda di Banyuwagi Ditusuk Sangkur oleh Tetangganya Sendiri Hingga Tewas

“Anggota langsung mengamankan semua teman tersangka dan korban, lalu memeriksa semua percakapan yang ada di Hp dan menemukan isi percakapan di masing-masing Hp milik ketiga pelaku sehingga menemukan obrolan yang diduga percakapan prostistusi Online,”ugkapnya, Minggu (24/11/2019).

Wahyu menambahkan, ketiga tersangka bersama barang bukti kemudian dibawa ke Mapolsek Ujung Pandang. Ketiganya mengakui telah menjalankan bisnis prostotusi online di beberapa media sosial.

Loading...

“Dari hasil interogasi FA dan MN mengaku kerap menerima tamu dari tersangka ARM, setelah mendapatkan tarif dari tamu, keduanya masing-masing memberi upah kepada ARM yang telah memasarkannya,” tambahnya.

Kedua pelaku, kata Wahyu, memiliki Alplikasi WhatsAap melebihi dari satu. Mereka juga menjaring para pria hidung belang memalui aplikasi MiChat.

Baca Juga  Anggota Komisi III Wihadi Wiyanto Minta Imigrasi Awasi Ketat Orang Asing Masuk Jatim Secara Ilegal

“Pada dua barang bukti Hp milik pelaku ditemukan berisi percakapan tentang transaksi Prostitusi Online Via MiChat dan WA biasa serta WA bisnis,” terangnya

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Ujung Pandang, Iptu Edy Gunawan mengungkapkan kedua pekerja seks online itu kerap memasang tarif mulai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah dalam sekali kencan.

“Tarifnya bervariatif sekali kencan, mereka memasang tarif mulai Rp.500 ribu hingga Rp.1 juta,” kata Edy.

Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Mapolsek Ujung Pandang untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Diketahui, penangkapan ini juga dalam Giat Ops Pekat Lipu 2019 Sasaran Premanisme, Miras, Perjudian, Sajam, Asusila dan Penyakit Masyarakat. (*)

Reporter: Ramlan 

 

Loading...

Tinggalkan Balasan