Terjerat Utang ‘Pinjol’ Perempuan di Jember Nekat Gantung Diri

5634
Korban saat dievakuasi oleh warga. (Istimewa)

JEMBER, (Kabarjawatimur.com) – Diduga terjerat utang dari perusahaan pinjaman online (pinjol) seorang perempuan bernama Mahesti mengakhiri hidupnya dengan gantung diri

Warga Desa Balung Lor, Kecamatan Balung berumur 23 tahun itu ditemukan tewas tergantung di dalam rumahnya.

Seutas tali tampar yang tergantung di kusen pintu penghubung antara ruang tamu dan ruang keluarga digunakan perempuan malang itu untuk mengakhiri hidupnya.Korban ditemukan tergantung oleh ibunya, sepulang kerja.

Ketua RW setempat Darto, mengatakan korban bunuh diri diduga karena terlilit utang setelah ditemukan surat wasiat yang ditulis korban.

Ada juga pesan lainnya berupa percakapan melalui whatsapp, dan panggilan telepon dengan seseorang yang mengaku sebagai debt collector aplikasi pinjol.

“Kejadiannya sore kemarin jelang magrib, pertama kali yang mengetahui korban tergantung adalah ibunya saat pulang dari bekerja, melihat anaknya tergantung di pintu dengan seutas tali, ibu korban pun langsung menjerit,” kata Darto, saat dikonfirmasi Minggu (22/8/2021) siang.

Baca Juga  Pramuka Lamongan Serahkan Bantuan Korban Banjir

Suara jeritan ibu korban, mengagetkan tetangga dan warga sekitar rumah ibu korban.

Pasca memastikan kondisi korban, warga kemudian melapor ke Mapolsek Balung. Tidak lama anggota polisi datang, menyusul kemudian Tim Inavis Polres Jember.

Loading...

“Saat itu, tetangga korban yang bernama Heni sempat menemukan surat wasiat korban, isinya apa saya gak sempat baca, hanya ada nomor HP (ponsel) yang bisa dihubungi, begitu juga di HP korban, juga ada percakapan dari oknum pinjol yang melakukan tagihan,” katanya.

“Terkait isi surat wasiat yang ditulis korban, seperti apa isinya saya juga tidak membaca, karena surat dan HP milik korban sudah dibawa polisi untuk dijadikan barang bukti,” sambungnya.

Baca Juga  Ditemukan 31 Kasus DBD di Surabaya, 1 Anak Meninggal Dunia

Menanggapi kejadian tersebut, Kapolsek Balung AKP Sunarto membenarkan adanya peristiwa bunuh diri yang dialami warganya.

Korban diketahui juga, bekerja sebagai karyawan Farmasi di RSD Balung. Korban juga hanya tinggal berdua dengan ibunya.

“Benar (korban) salah satu warga kita, ditemukan menggantung diri di rumahnya kemarin. Pertama kali yang menemukan ibunya, pulang dari Pasar Balung. Saat itu sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Sunarto saat dikonfirmasi terpisah.

Terkait proses evakuasi korban dan identifikasi untuk mengetahui penyebab kematian.

“Kita dibantu tim ident dari Inavis Polres Jember. Yang bersangkutan kita pastikan melakukan aksi bunuh diri. Karena diketahui dari isi surat wasiat yang menyatakan permohonan maaf banyak utang atau terlilit utang,” ujarnya. (*)

Reporter: Rio

Loading...
Berita sebelumyaAngka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Jember Meningkat
Berita berikutnyaPSSI-PMI Jember Kolaborasi Gelar Vaksinasi di Stadion Sepak Bola

Tinggalkan Balasan