Terdakwa H Mahmud Heran Dirinya yang Rugi Malah Justru Diperkarakan

38

GRESIK, (Kabarjawatimur.com) – Terdakwa H Mahmud, anggota DPRD Gresik terpilih periode 2019-2024 mengaku heran bila akhirnya dirinya diperkarakan oleh PT Bangun Sarana Besi (BSB) dalam perkara tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Padahal dalam proses perjanjian pembebasan lahan yang berujung bui ini, terdakwa justru sebagai pihak yang dirugikan. Kontrak yang sedianya berlangsung selama 2 tahun, tiba-tiba terhenti karena kendala pembayaran yang tak kunjung cair.

“Saya hanya menerima kucuran dana dari PT BSB selama 7 bulan. Antara satu hingga dua miliar. Totalnya 15 miliar koma sekian. Uang itu lalu saya belanjakan untuk pembelian tanah yang ada di depan dengan harga kisaran satu jutaan,” kata Mahmud.

Dalam sidang agenda keterangan saksi di Pengadilan Negeri (PN) Gresik ini Mahmud membeberkan, bila uang yang diterima dari PT BSB tersebut sudah dibelanjakan melalui Kastar rekanannya sebesar Rp 10 miliar dan Ny Rodhiyah sebesar Rp 100 juta.

Baca Juga  Polsek Tanggul Ringkus Spesialis Pembobol Toko Dekat Markas Yonif Raider 515

“Sisanya saya pakai untuk tukar guling tambak saya dengan tambaknya Bu Rodhiyah seluas 3 hektar. Belum lagi saya harus membiayai segala macam perijinan untuk pembebasan lahan tersebut,” ungkapnya.

Loading...

Dia menyebut dengan hitungan uang yang telah dikeluarkan dalam proses pembebasan lahan tersebut nilainya lebih banyak dibandingkan uang yang dia terima. “Sebenarnya saya yang dirugikan tapi kenapa saya malah diperkarakan oleh pihak PT BSB,” pungkasnya.

Diketahui, perkara ini bermula dari proses pembebasan lahan di wilayah Ujungpangkah seluas 50 hektar. Kala itu PT BSB meminta bantuan H Mahmud yang sebelumnya pernah berhasil melakukan pembebasan seluas 100 hektar di wilayah Manyar.

Dalam perjanjian itu terdakwa diberi batas waktu selama 2 tahun, yakni mulai 2014 hingga 2016 dengan kucuran dana secara bertahap. Namun pada bulan ke-7 PT BSB tidak lagi mengucurkan dananya dengan alasan kekosongan anggaran.

Baca Juga  Dishub Jember Salurkan Subsidi BBM Ojol-Opang Tahap 3-4, Pengemudi Ojol: Sangat Membantu Sekali

Sidang yang dipimpin oleh Majelis Hakim Putu Gede Hariadi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Lila Yurifah akhirnya ditunda hingga Kamis (01/08/2019).

“Sidang kita tunda hingga Kamis besok dengan agenda tuntutan,” kata Putu Gede Hariadi. (*)

Reporter: Azharil Farich
Editor: Rizky

Teks foto : Terdakwa H Mahmud saat berkonsultasi dengan penasehat hukumnya.

Loading...
Artikulli paraprakMantan Kapolwiltabes Surabaya Sampaikan Pidato Ilmiah di Ubhara
Artikulli tjetërDiperkuat Pemain asal Perancis, Persewangi-Banyuwangi Resmi Launching Tim

Tinggalkan Balasan